Page 1218 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1218
Judul Ragam Kekecewaan Serikat Buruh dan SE Upah Minimum 2021
Menakertans yang Dituding Miskinkan Pekerja
Nama Media tribunnews.com
Newstrend Peraturan Upah Minimum
Halaman/URL https://www.tribunnews.com/bisnis/2020/10/28/ragam-kekecewaan-
serikat-buruh-dan-se-upah-minimum-2021-menakertans-yang-dituding-
miskinkan-pekerja
Jurnalis Choirul Arifin
Tanggal 2020-10-28 07:02:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Mirah Sumirat (Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia)) Artinya
kalau betul tafsirannya surat edaran Menaker tidak ada kenaikan upah minimum 2021 maka ini
fatal kalau menurut saya bagi serikat buruh
negative - Mirah Sumirat (Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia)) Ini
artinya lagi-lagi justru malah membuat tambah miskin. Bukan hanya kehidupan buruh yang
tambah miskin tapi seluruh rakyat yang memiliki usaha kecil menengah
negative - Ida Fauziyah (Menaker) Menaker ini harus fair juga, banyak perusahaan yang tidak
terdampak Covid-19. Buruh minyak kelapa sawit dan buruh yang di sektor makanan atau pabrik
makanan, itu nggak ada imbasnya sama sekali. Kan anggota saya di retail makanan, itu sama
sekali nggak ada imbasnya. Artinya jangan digeneralisir, jangan semua disamakan
positive - Ida Fauziyah (Menaker) Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan
bekerja bagi pekerja/buruh serta menjaga kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian
terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19
positive - Mirah Sumirat (Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia)) Kenapa?
Ketika itu tertahan upahnya, nggak ada kenaikan, kemudian bagaimana daya beli masyarakat?
Itu tidak akan pernah bisa, akhirnya hasil produk kecil dan menengah tidak akan laku
positive - Mirah Sumirat (Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia))
Sebenarnya ada pelajaran penting di krisis ekonomi 1998. Itu pertumbuhan ekonomi minus 17
persen, tapi Pak Habibie (saat itu) mau menaikkan upahnya 16 persen. Pak Habibie sadar betul
satu-satunya untuk menghilangkan itu adalah dengan meningkatkan daya beli dan konsumsi.
Nah kalau ini nggak
positive - Mirah Sumirat (Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia))
Sebenarnya ada pelajaran penting di krisis ekonomi 1998. Itu pertumbuhan ekonomi minus 17
persen, tapi Pak Habibie (saat itu) mau menaikkan upahnya 16 persen.
1217

