Page 1307 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1307

harus tetap dijaga melalui berbagai program bantuan sosial bagi pekerja yang upahnya stagnan,
              bahkan tergerus karena pandemi.


              STANDAR UPAH TAK BERUBAH

              Keputusan untuk tidak menaikkan atau menurunkan upah minimum 2021 dinilai sebagai jalan
              tengah yang tepat. Namun, upaya menjaga daya beli pekerja tetap perlu jadi perhatian.

              Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan upah minimum tahun 2021 dan mengacu pada
              standar upah minimum tahun 2020 dinilai bakal berdampak ke daya beli pekerja. Roda ekonomi
              harus tetap dijaga melalui berbagai program bantuan sosial bagi pekerja yang upahnya stagnan,
              bahkan tergerus karena pandemi.

              Keputusan  pemerintah  untuk  tidak  menaikkan  upah  minimum  tertuang  dalam  Surat  Edaran
              Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/ll/HK.04/2020 tentang Penetapan Upah Minimum 2021 pada
              Masa Pandemi Covid-19.

              Dalam surat tertanggal 26 Oktober 2020 yang ditujukan kepada para gubernur se-Indonesia itu,
              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta para gubernur untuk menyesuaikan penetapan
              upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020. Setelah tahun 2021,
              pelaksanaan  penetapan  upah  minimum  kembali  dilakukan  sesuai  ketentuan  peraturan
              perundang-undangan.
              Pengumuman hasil penetapan upah minimum provinsi 2021 dijadwalkan pada 31 Oktober 2020.
              "Ini  jalan tengah yang harus  diambil  pemerintah  dalam  kondisi yang  sulit  dan  tidak  mudah.
              Perlindungan pengupahan kita jaga, keberlangsungan usaha harus kita perhatikan," kata Ida di
              Jakarta, Selasa (27/10/2020).
              Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) Adi Mahfudz mengatakan, perusahaan yang
              bisnisnya tidak ter-dampak pandemi Covid-19 diberi kebebasan untuk menaikkan upah setelah
              merundingkan dan menyepakatinya dengan pekerja secara bipartit. "Yang dilihat bukan sektor
              usaha, melainkan kemampuan tiap perusahaan," katanya.

              Kenaikan  upah  di  perusahaan  tertentu  bukan  merupakan  kewajiban.  "Itu  hal  yang  dinamis.
              Intinya kami merekomendasikan, jika pengusaha tidak terdampak Covid-19, potensi penyesuaian
              upah sepenuhnya kita serahkan kepada bipartit (pengusaha dan pekerja)," katanya.
              Sebagai gambaran, rata-rata upah minimum provinsi (UM P) pada 2020 adalah Rp 2,67 juta per
              bulan. Kenaikannya hampir 9 persen dibandingkan dengan UMP 2019. Sementara upah minimum
              kabupaten (UM K) tertinggi pada 2020, antara lain, di Kabupaten Karawang dengan UMK Rp
              4,59 juta per bulan, Kota Bekasi (Rp 4,58 juta per bulan), Kabupaten Bekasi (Rp 4,49 juta per
              bulan), dan DKI Jakarta (Rp 4,27 juta per bulan).

              Direktur Eksekutif Center for Reform on Economics Indonesia Mohammad Faisal berpendapat,
              jika mengacu pada rumusan perhitungan upah minimum berdasarkan pertumbuhan ekonomi
              serta inflasi, upah minimum 2021 seharusnya turun. Keputusan untuk tidak menaikkan ataupun
              menurunkan upah dinilai sebagai jalan tengah yang tepat.

              Kendati demikian, upah yang stagnan itu akan memengaruhi daya beli pekerja yang saat ini
              sudah tergerus akibat pandemi Covid-19.
              Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan, 17,06
              persen  perusahaan  saat  ini  merumahkan  karyawan  tanpa  dibayar,  12,83  persen



                                                          1306
   1302   1303   1304   1305   1306   1307   1308   1309   1310   1311   1312