Page 1308 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1308

memberhentikan pekerja dalam waktu singkat, dan 6,46 persen merumahkan pekerja dengan
              pemangkasan upah.
              "Beban  untuk  menjaga  daya  beli  itu  bukan  di  sektor  swasta,  karena  saat  ini  mereka  juga
              terdampak  pandemi  Covid-19,  melainkan  di  pemerintah  melalui  berbagai  program  kebijakan
              sosial yang lebih merata," kata Faisal.

              Subsidi upah

              Daya beli pekerja yang melemah berdampak pada menurunnya tingkat konsumsi rumah tangga.
              Sementara  pertumbuhan  ekonomi  Indonesia  masih  sangat  ditentukan  oleh  konsumsi
              masyarakat.  Jika  pemerintah  ingin  menjaga  pertumbuhan  ekonomi  di  tengah  pandemi  ini,
              kebijakan  jaring  pengaman  sosial  harus  diperbanyak  dan  menyentuh  lebih  banyak  kalangan
              pekerja.

              Pemberian  subsidi  kepada  pekerja  di  tengah  pandemi  sudah  ditunjukkan  melalui  beberapa
              program, seperti program Kartu Prakerja serta bantuan subsidi upah (BSU). Namun, pemberian
              BSU hanya mencakup sebagian kecil pekerja formal yang terdaftar dalam BP Jamsostek. Pekerja
              informal  dan  pekerja  formal  lainnya  yang  tidak didaftarkan  perusahaan tidak bisa  menerima
              subsidi.

              Oleh  karena  itu,  untuk  mengganjal  daya  beli  yang  menurun  akibat  upah  yang  stagnan  dan
              dampak Covid-19, pemerintah harus memunculkan kebijakan bantuan subsidi tunai dan jaring
              pengaman sosial yang ikut menyentuh kelompok pekerja yang belum terlindungi.

              "Pemerintah relatif masih mempunyai dana. Alokasi anggaran PEN (pemulihan ekonomi nasional)
              pada tahun ini belum semua terserap. Tahun depan pun, anggaran untuk program PEN masih
              ada. Itu yang bisa dimanfaatkan untuk menahan daya beli," tutur Faisal.

              Ida  Fauziyah  mengatakan,  pemerintah  tetap  memperhatikan  kemampuan  daya  beli  pekerja
              melalui subsidi upah. "Jadi, sesungguhnya bantalan sosial sudah disediakan oleh pemerintah.
              Tidak begitu saja menetapkan (upah minimum) karena memang sudah ada beberapa langkah
              kebijakan yang kami lakukan," kata Ida.

              Berdasarkan data KeMenaker, per 19 Oktober 2020, bantuan subsidi upah telah disalurkan ke
              12,16 juta pekerja atau setara 98,09 persen. Rinciannya, bantuan tahap I telah tersalur ke 2,48
              juta pekerja (99,43 persen); tahap II ke 2,98 juta pekerja (99,38 persen); tahap III ke 3,47 juta
              orang (99,32 persen); tahap IV ke 2,62 juta orang (94,09 persen); dan tahap V untuk 602.468
              orang (97,39 persen). (AGE/ERK)


























                                                          1307
   1303   1304   1305   1306   1307   1308   1309   1310   1311   1312   1313