Page 1370 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1370
KSBSI MENILAI SE MENAKER HANYA HIMBAUAN, UPAH MINIMUM 2021
DIHARAPKAN TETAP NAIK
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban menyampaikan
bahwa, surat edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mengenai
upah minimum tahun 2021 tetap sama dengan 2020 hanya sebatas himbauan yang bisa
dilakukan atau tidak oleh kepala daerah.
Namun yang dikhawatirkan ialah jika terdapat kepala daerah yang kemudian menjadikan SE
tersebut sebagai acuan dalam penerapan upah minimum 2021.
Dengan tidak naiknya upah minimum tahun depan disebut Elly tentu akan berdampak pada daya
beli masyarakat terutama para pekerja dan buruh. Padahal Elly menjelaskan perekonomian
nasional ditopang 55% - 60% dari konsumsi nasional. Maka dengan tidak naiknya upah minimum
tentu akan berpengaruh pada ekonomi.
"Kalau nggak ada kenaikan upah ini ekonomi kita akan jadi anjlok karena tidak ada lagi daya
beli. Tingkat konsumsi kita akan turun akhirnya pertumbuhan ekonomi ini juga," kata Elly saat
dihubungi Kontan.co.id pada Selasa (27/10).
Namun Elly mengakui jika kenaikan upah minimum tak dapat dipukul rata jumlahnya. Melihat
kondisi saat ini kemungkinan akan ada sektor usaha yang mampu menetapkan kenaikan upah
hingga 8% atau bahkan tidak capai 8%. Elly menambahkan paling tidak tahun depan ada
kenaikan upah minimum 2% hingga 3%.
"Ya jangan dipukul rata 8%, kalau sektor kayak pariwisata transportasi hotel restoran itukan
terdampak sekali, tapi ada juga sektor yang dia berkali lipat kenaikan saat pandemi seperti
farmasi, kesehatan, saya dengar juga pertambangan tidak terdampak itu mungkin bisa 8%. Jadi
kenaikan jangan pukul rata," imbuhnya.Jika memang dirasa perusahaan tidak dapat melakukan
kenaikan upah di tahun depan disebut Elly juga masih ada solusi lain. Seperti transparansi akan
cashflow perusahaan kepada pekerja dan juga bisa mengajukan penundaan pada tahun
berikutnya.
"Kalau emang ngga bisa menaikkan kan ada persyaratan yang bisa menunda upah juga tahun
depan bisa dibayar. Masih banyak kok opsi, jadi jangan dipukul rata semuanya tidak naik itu
tidak adil," tegas Elly.
Maka Elly mengatakan para buruh dan pekerja di daerah harus berjuang agar kepala daerahnya
tidak mengacu pada SE Menaker tersebut dan tetap menaikkan upah minimum di daerahnya.
Jika upah tidak naik di tahun depan disebut Elly hanya akan menambah masalah selain adanya
omnibus law cipta kerja dan pandemi Covid-19.
"Jadi antisipasi kadang ada juga kepala daerah yang nakal jadi SE buat acuan. Jadi serikat
buruh/pekerja harus berjuang, banyak kok gubernur yang ngga pakai SE buat acuan, seperti
sebelumnya ada juga gubernur yang naikkan lebih dari 8%," ujarnya.
Namun Elly menekankan dengan tidak naiknya upah minimum justru akan membuat imbas pada
banyak hal, mulai dari daya beli menurun hingga berdampak pada perekonomian, penerimaan
pajak, hingga jaminan sosial.
1369

