Page 1374 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1374

undang  nomer  13  tahun  2003  tentang  ketenagakerjaan,  kenaikan  upah  itu  ditentukan
              berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.


              BURUH PROTES PUTUSAN UPAH MINIMUM YANG TAK NAIK DI 2021

              Ratusan  buruh  menggelar  aksi  demonstrasi  di  depan  Gedung  Sate,  Jalan  Diponegoro,  Kota
              Bandung,  Selasa  (27/10).  Dalam  aksinya,  buruh  menolak  Surat  Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan Nomor M/11/HK.04/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 di
              Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

              Buruh menilai dengan adanya surat edaran tersebut, UMK tahun 2021 tidak harus dinaikkan.
              Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah 78 tahun 2015 tentang pengupahan dan Undang-
              undang  nomer  13  tahun  2003  tentang  ketenagakerjaan,  kenaikan  upah  itu  ditentukan
              berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

              "Jadi kita minta Gubernur tetap memutuskan kenaikan upah, 8 persen minimal kenaikan upah
              minimum tahun 2021. Dengan alasan, lima tahun berturut-turut kenaikan upah minimum sejak
              PP 78/2015, minimal delapan persen," kata Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
              (KSPSI) Jawa Barat, Roy Jinto.

              Kedua, kata dia, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 menurut BI, IMF, ADB dan World
              Bank, berkisar di angka 5,3 persen. Sedangkan angka inflasi berkisar 1-2 persen.
              "Karena  upah  ini  berlaku  nanti  di  tahun  2021,  walupun  ditetapkan  sekarang,  maka  tak  ada
              salahnya  proyeksi  tahun  berjalan  itu  bisa  berjalan  sebagai  dasar  kenaikan  upah  minimum,"
              paparnya.

              Roy juga meminta kepada Gubernur Jawa Barat untuk merevisi SK UMSK Karawang, Bogor, dan
              Bekasi sesuai rekomendasi kepala daerah setempat. Pasalnya, ada 30 kode KBLI yang hilang,
              sementara rekomendasi kepala daerah berjumlah 60 KBLI.

              "Kita juga minta kepada gubernur untuk merevisi SK UMSK Karawang, Bogor dan Bekasi, kita
              minta  ditetapkan  sesuai  rekomendasi  Bupatinya.  Kalau  KBLI  berubah,  artinya  ada  beberapa
              buruh yang upahnya gak naik," ungkapnya.

              Pantauan Gatra, ratusan buruh tersebut tergabung dari berbagai serikat diantaranya Kasbi Jawa
              Barat, SPSI, SPN, FPSMI memadati depan halaman Kantor Gubernur hingga pukul 14.24 WIB.
              Mereka  menyayangkan  belum  usainya  tuntutan  terhadap  UMSK,  dan  Omnibus  Law  kini
              pemerintah mengeluarkan sSurat Edaran Nomor M/11/HK.04/2020, yang meminta Gubernur se-
              Indonesia untuk tidak menaikan upah minimum tahun 2021.

              "Menterinya harus diganti," ujar salah seorang buruh dalam orasinya.

              "Teman-teman,  rezim  yang  katanya  berpihak  kepada  rakyat,  bohong,  inilah  momen  yang
              ditunggu oleh kawan-kawan sebagai pekerja, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus berjuang
              demi kesejahteraan," ungkap yang lainnya.

              Reporter: Restu Nugraha Sauqi Editor: Bernadetta Febriana.









                                                          1373
   1369   1370   1371   1372   1373   1374   1375   1376   1377   1378   1379