Page 1376 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1376

Gubernur  Jatim  Khofifah  Indar  Parawansa  yang  tidak  berkenan  menemui  mereka  di  Jalan
              Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur.
              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memutuskan untuk tidak menaikkan upah
              minimum  tahun  2021  (UMP  2021).  Hal  tersebut  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

              Sebelumnya,  Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Jawa  Timur
              Himawan  Estu  Subagjo  mengaku  segera  mengundang  rapat  tim  pengupahan  untuk
              menindaklanjuti surat edaran Menteri Ketenagakerjaan soal UMP.



              KECEWA TAK DITEMUI, INI PERMINTAAN BURUH KEPADA GUBERNUR KHOFIFAH
              Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) sekaligus juru bicara aliansi serikat
              pekerja/serikat  buruh  Jawa  Timur,  Jazuli  mengaku  pihaknya  merasa  kecewa  dengan  sikap
              Gubernur  Jatim  Khofifah  Indar  Parawansa  yang  tidak  berkenan  menemui  mereka  di  Jalan
              Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur.

              Jazuli menambahkan, pihaknya meminta Gubernur Khofifah Indar Parawansa berani menolak
              Surat  Edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauzi  tentang  Penetapan  Upah
              Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi COVID-19.
              "Serikat buruh berharap upah minimum tahun depan tetap dinaikkan," ujarnya usai aksi unjuk
              rasa di depan kantor Gubernur Jatim, Selasa malam (27/10/2020).

              Jazuli menyampaikan, surat edaran seperti itu bukan yang pertama dan bukan hari ini saja tetapi
              hampir setiap tahun dikeluarkan oleh kementerian, baik kemendagri atau kemenaker.

              "Tentunya kami berharap SE bukan salah satu tata urut peraturan perundang-undangan maka
              tidak wajib ditaati," ucaP dia.

              Dia melihat SE menaker ini bertolak belakang dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
              tentang ketenagakerjaan.

              "Dalam  undang-undang  tersebut,  wajib  ada  kenaikan  setiap  tahunnya.  Atas  dasar  itu,  kami
              menyatakan menolak SE yang baru dikeluarkan menaker," tutur dia.

              Jazuli menegaskan, pihaknya menolak SE yang dikeluarkan menteri ketenagakerjaan tersebut.

              "Presiden Joko Widodo saja pernah secara langsung menyampaikan bahwasannya buruh yang
              upahnya di bawah Rp 5 juta perlu ada subsidi upah untuk menjaga daya beli. Sehingga diberikan
              Rp 600 ribu," ucapnya.
              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memutuskan untuk tidak menaikkan upah
              minimum  tahun  2021  (UMP  2021).  Hal  tersebut  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.
              Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

              Sebelumnya,  Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Jawa  Timur
              Himawan  Estu  Subagjo  mengaku  segera  mengundang  rapat  tim  pengupahan  untuk
              menindaklanjuti surat edaran Menteri Ketenagakerjaan soal UMP.


                                                          1375
   1371   1372   1373   1374   1375   1376   1377   1378   1379   1380   1381