Page 1383 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1383

disebutkan Melakukan Penyesuaian Penetapan Nilai Upah Minimum Provinsi Tahun 2021 sama
              dengan nilai upah minimum tahun 2020 memastikan bahwa kenaikan UMP 2021 dipastikan 0%.
              Kebijakan ini menurut Ketua DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta
              Sarman Simanjorang sudah sesuai dengan rumusan atau formula yang ditetapkan dalam PP No
              78 tahun 2015. Dalam PP itu rumusan menentukan UMP tahun selanjutnya adalah UMP tahun
              berjalan  diakumulasikan  dengan  hasil  perkalian  UMP  tahun  berjalan  dengan  Pertumbuhan
              ekonomi dan inflasi nasional tahun berjalan.

              "Jika  kita  hitung  dengan  rumus  tersebht  malah  minus  karena  pertumbuhan  ekonomi  minus.
              Seharusnya  UMP  turun,  tapi  kan  tidak  mungkin  UMP  diturunkan,  maka  kenaikan  0%  sudah
              sangat bijak," kata Sarman, Selasa (27/10).

              Kemudian kondisi dunia usaha saat ini yang sudah mengkhawatirkan untuk mampu bertahan
              sehingga sangat tidak memungkinkan menaikkan UMP. Hampir 8 bulan pengusaha sudah sangat
              terpuruk  dan  cash  flow  sudah  mengkawatirkan.  Jika  UMP  dinaikkan  akan  menambah  beban
              pengusaha dan akan semakin terpuruk.

              "Jika dalam kondisi seperti ini ada kenaikan UMP maka pengusaha akan melakukan rasionalisasi
              yang  lebih  ketat  misalnya  melakukan  PHK  yang  semakin  banyak  dan  tahun  depan  tidak
              menambah karyawan baru," ujarnya.
              "Jadi kebijakan besaran UMP 2021 sama dengan 2020 sudah sangat tepat dan kami pelaku usaha
              mendukung karena sesuai dengan kondisi yang kita hadapi saat ini," lanjutnya. (OL-7).















































                                                          1382
   1378   1379   1380   1381   1382   1383   1384   1385   1386   1387   1388