Page 1391 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1391

Ringkasan

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyesalkan sikap Menteri
              Ketenagakerjaan yang mengeluarkan surat edaran bahwa pada 2021 tak ada kenaikan upah
              buruh.

              Adapun isi surat edaran Nomor M/11/HK.4/x/2020 tertanggal 26 Oktober 2020 adalah meminta
              kepada para Gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan upah minimum tahun 2021
              sama  dengan  nilai  upah  minimum  tahun  2020.  Selanjutnya,  melaksanakan  penetapan  upah
              minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan  peraturan  perundangan-undangan,  dan
              menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober
              2020.



              BURUH SESALKAN MENAKER SOAL TAK ADA KENAIKAN UPAH DI 2021

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyesalkan sikap Menteri
              Ketenagakerjaan yang mengeluarkan surat edaran bahwa pada 2021 tak ada kenaikan upah
              buruh.

              "Dengan  keluarnya  surat  edaran  tersebut  aksi  perlawanan  buruh  akan  semakin  mengeras
              terhadap penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 dan penolakan omnibus law UU
              Cipta Kerja. Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan
              pengusaha semata," kata Said Iqbal, dalam pernyataannya yang dikirimkan ke Republika.co.id,
              Selasa (27/10), Adapun isi surat edaran Nomor M/11/HK.4/x/2020 tertanggal 26 Oktober 2020
              adalah meminta kepada para Gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan upah minimum
              tahun  2021  sama  dengan  nilai  upah  minimum  tahun  2020.  Selanjutnya,  melaksanakan
              penetapan  upah  minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan  peraturan  perundangan-
              undangan,  dan  menetapkan  dan  mengumumkan  Upah  Minimum  Provinsi  Tahun  2021  pada
              tanggal 31 Oktober 2020.

              Menurut Iqbal, pengusaha memang sedang susah. Tapi buruh juga jauh lebih susah. Seharusnya
              pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan upah minimum 2021. Tetapi bagi
              perusahaan yang tidak mampu maka dapat melakukan penangguhan dengan tidak menaikan
              upah  minimum  setelah  berunding  dengan  serikat  pekerja  di  tingkat  perusahaan  dan
              melaporkannya ke Kemenaker.

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

              Lebih  jauh  Said  Iqbal  mempertanyakan,  "Apakah  presiden  sudah  mengetahui  keputusan
              Menaker ini? Atau hanya keputusan sepihak Menaker?" "Oleh karena itu, KSPI dan seluruh serikat
              buruh di Indonesia akan melakukan aksi nasional besar-besaran di 24 propinsi pada 2 Nopember
              dan 9 sampai 10 Nopember. Nantinya aksi ini akan diikuti puluhan dan bahkan ratusan ribu
              buruh di Mahkamah Konstitusi, Istana, DPR RI, dan di kantor Gubernur di seluruh Indonesia
              dengan  membawa  isu  batalkan  omnibus  law  UU  Cipta  Kerja  dan  harus  ada  kenaikan  upah
              minimum 2021 untuk menjaga daya beli masyarakat,'' ujarnya lagi.

              Sebelumnya, KSPI menyebut adanya empat alasan mengapa upah minimum 2021 harus naik.
              Pertama, jika upah minimum tidak naik, kata Said Iqbal, hal ini akan membuat situasi semakin
              panas. Apalagi saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.
              Di  mana  seiring  dengan  penolakan  omnibus  law,  buruh  juga  akan  menyuarakan  agar  upah
              minimum 2021 tetap naik. Sehingga aksi-aksi akan semakin besar.



                                                          1390
   1386   1387   1388   1389   1390   1391   1392   1393   1394   1395   1396