Page 1418 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1418

Upah  minimum  2021  tidak  naik  karena  melihat  kondisi  perekonomian  maupun  perusahaan
              terdampak pandemi Covid-19.
              Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia
              Nomor  11/HK04/X/2020  tentang Penetapan  Upah  Minimum  tahun  2021  pada Masa  Pandemi
              Covid-19.

              Menaker juga meminta kepada para gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan upah
              minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020.

              Selain  itu,  melaksanakan  penetapan  upah  minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan
              peraturan  perundangan-undangan,  serta  menetapkan  dan  mengumumkan  Upah  Minimum
              Provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.

              Menanggapi hal tersebut, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI ) menyesalkan sikap
              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah,  yang  telah  mengeluarkan  surat  edaran
              tersebut.

              Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi perlawanan buruh akan semakin mengeras terhadap
              penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 dan penolakan Omnibus Law UU Cipta
              Kerja.

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata,"  kata  Said  Iqbal,  dikutip  Pikiranrakyat-Bekasi.com  dari  situs  resmi  KSPI,  Selasa  27
              Oktober 2020.

              Sebagaimana diberitakan Pikiranrakyat-bekasi.com dalam artikel, " Upah Minimum 2021 Tidak
              Naik, KSPI dan Buruh Rencanakan Demo Besar-besaran pada 2 November ", buruh jauh lebih
              susah bila dibandingkan pengusaha. Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap
              ada kenaikan upah minimum 2021.

              Namun,  kata  dia,  seharusnya  bagi  perusahaan  yang  tidak  mampu  dapat  melakukan
              penangguhan,  yakni  dengan  tidak  menaikkan  upah  minimum.  Tentunya  setelah  berunding
              dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan melaporkannya ke Kemenaker.

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," ucapnya.

              Oleh karena itu, KSPI dan seluruh serikat buruh di Indonesia akan melakukan aksi nasional besar-
              besaran di 24 provinsi selama tiga hari, yakni pada 2 November dan pada 9-10 November.

              "Aksi itu akan diikuti hingga ratusan ribu buruh di Mahkamah Konstitusi, Istana, RI, dan di kantor
              Gubernur di seluruh Indonesia, dengan membawa isu batalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan
              harus ada kenaikan upah minimum 2021 untuk menjaga daya beli masyarakat," ucapnya.

              Sebelumnya, KSPI menyebut empat alasan mengapa upah minimum 2021 harus naik.
              Pertama, jika upah minimum tidak naik, hal ini akan membuat situasi semakin panas. Apalagi
              saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

              Kedua,  alasan  upah  tidak  naik  karena  saat  ini  pertumbuhan  ekonomi  minus  tidak  tepat.
              Bandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 1998, 1999, dan 2000.

              "Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik
              sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen.




                                                          1417
   1413   1414   1415   1416   1417   1418   1419   1420   1421   1422   1423