Page 1426 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1426

Hal tersebut dilihat dari laju inflasi yang mengalami kontraksi alias deflasi selama tiga bulan
              berturut -turut sejak Juli-September 2020. Selain itu, konsumsi rumah tangga di kuartal III 2020
              juga diperkirakan akan minus 3 persen hingga minus 1,5 persen.

              Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan terus mendorong
              agar  daya  beli  masyarakat  terjaga.  Salah  satunya  dengan  berbagai  bantuan  sosial  (bansos)
              dalam program pemulihan ekonomi nasional, baik berupa subsidi gaji hingga insentif untuk dunia
              usaha.

              Dia  pun  memahami  situasi  saat  ini  banyak  mengalami  tekanan  akibat  pandemi.  Namun
              menurutnya, pemerintah harus tetap mencari titik keseimbangan agar tak menimbulkan dampak
              yang lebih buruk, yakni PHK .

              "Peranan fiskal itu untuk jadi jembatan di situ, sehingga tidak membuat, jangan sampai salah
              satu  policy  sebabkan  perusahaan  makin  lemah  atau  dalam,  dalam  hal  ini  pekerja  dapat
              kemungkinan kena PHK. Pemerintah cari titik balance dengan berbagai instrumen, UMP atau
              upah  minimum  salah  satu  hal,"  ujar  Sri  Mulyani  dalam  konferensi  pers  online  KSSK,  Selasa
              (27/10).

              Sementara untuk mendorong daya beli masyarakat, Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah telah
              memperpanjang berbagai bansos tersebut. Total yang telah digelontorkan untuk belanja bansos
              itu hingga akhir September 2020 sebesar Rp 240 triliun.

              Beberapa belanja bansos itu di antaranya program keluarga harapan (PKH), sembako, bansos
              Jabodetabek dan non-Jabodetabek, diskon listrik, subsidi kuota internet, hingga bantuan internet
              siswa dan guru honorer.

              "Pemerintah  gunakan  banyak  sekali  anggaran  untuk  bansos,  dalam  rangka  kompensasi  dan
              bantu daya beli masyarakat," jelasnya.

              Pemerintah  memutuskan  untuk  tidak  menaikkan  upah  minimum  di  tahun  depan.  Kondisi
              perekonomian dan perusahaan yang sulit akibat pandemi corona dinilai sebagai alasan utama
              hal tersebut.

              Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia
              Nomor  11/HK04/X/2020  tentang Penetapan  Upah  Minimum  tahun  2021  pada Masa  Pandemi
              COVID-19.

              Dalam surat tersebut, Menaker meminta Gubernur untuk: 1. Melakukan penyesuaian penetapan
              nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai Upah Minimum Tahun 2020.

              2.  Melaksanakan  penetapan  Upah  Minimum  setelah  Tahun  2021  sesuai  ketentuan  peraturan
              perundang-undangan.
              3. Menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi tahun 2021 pada 31 Oktober 2020.

              Sebelumnya,  Wakil  Ketua  Umum  Kadin  Bidang  Ketenagakerjaan  Anton  J  Supit  mengatakan,
              keputusan  pemerintah  itu  sudah  tepat.  Sebab  saat  ini  yang  paling penting  adalah  bertahan,
              bukan soal kenaikan gaji.

              "Itu  kan  penetapan  pemerintah,  sudah  tepat.  Karena  saat  ini  yang  paling  penting  adalah
              bertahan. Coba you bayangin, kondisi saat ini, pilih naik gaji tapi (perusahaan) bangkrut atau
              bertahan?" kata Anton kepada kumparan .

              upah minimum Sri Mulyani PHK 1603796548049074264 2 5 2020 (c) PT Dynamo Media Network
              Version 1.1.303.


                                                          1425
   1421   1422   1423   1424   1425   1426   1427   1428   1429   1430   1431