Page 1523 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1523

Organisasi  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (OPSI)  'menawar'  agar  upah  minimum  pada  2021
              mendatang tetap naik. Walaupun, kenaikan upah hanya di kisaran 1,5 persen sampai 2 persen.
              Sekjen  OPSI  Timboel  Siregar  menilai  baik  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  yang
              mengimbau  para  gubernur  untuk  tak  menaikkan  upah  minimum  tahun  depan  maupun
              permintaan kalangan buruh di kisaran 8 persen sama-sama tak tepat.

              Keduanya, menurut Timboel, tak memperhatikan kesejahteraan pekerja ataupun kelangsungan
              usaha.

              Dari kalkulasinya yang mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak Januari hingga
              Agustus 2020 tingkat inflasi mencapai 0,93 persen, sedangkan tingkat inflasi dari tahun ke tahun
              atau year on year (yoy) mengacu pada Agustus adalah sebesar 1,32 persen.

              Dengan data ini, ia bilang seharusnya para gubernur dapat mempertimbangkan menaikkan upah
              minimum 2021 di kisaran inflasi tahunan, yaitu sekitar 1,5 persen sampai 2 persen. Termasuk
              juga mempertimbangkan kondisi September, Oktober sampai Desember 2020.

              "Tentunya kenaikan upah minimum dengan mempertimbangkan inflasi tahunan akan memiliki
              dampak  ikutan  yang  positif.  Dengan  kenaikan  upah  minimum,  maka  daya  beli  pekerja  tidak
              tergerus  oleh  inflasi,  sehingga  pekerja  dan  keluarganya  bisa  mempertahankan  tingkat
              konsumsi," katanya seperti dikutip dari rilis, Selasa (27/10).

              Hitungan tersebut berbeda dengan permintaan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)
              yang meminta kenaikan upah sebesar 8 persen pada 2021 nanti.

              "Serikat  buruh  KSPI  berpendapat,  mengusulkan,  kenaikan  upah  minimum  harus  tetap  ada.
              Berapa  nilai  yang  diminta  oleh  KSPI?  8  persen  kenaikan  UMK,  UMSK,  UMP,  UMSP,"  ungkap
              Presiden KSPI Said Iqbal beberapa waktu lalu.
              Permintaan kenaikan upah minimum sebesar 8 persen didasarkan dari pertumbuhan ekonomi
              Indonesia  dalam  tiga  tahun  berturut-turut.  Ia  juga  membandingkan  kondisi  resesi  ekonomi
              karena pandemi covid-19 yang berbeda dengan krisis moneter pada 1998 silam.

              Atas keputusan tersebut, sambung dia, terjadi perlawanan keras dari kaum buruh. Hal itu lalu
              membuat presiden yang menjabat di era itu, Habibie, menginstruksikan kenaikan upah minimum.

              Sedangkan,  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  lewat  Surat  Edaran  Nomor
              M/11/HK.04/2020  ini  mengatur  tentang  Penetapan  Upah  Minimum  Tahun  2021  pada  Masa
              Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), mengimbau gubernur se-Indonesia untuk tak
              menaikkan upah minimum 2021.

              Keputusan  diambil  dengan  mempertimbangkan  kondisi  ekonomi  selama  masa  pandemi  virus
              corona. Selain itu, Ida juga mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak
              pekerja/buruh, termasuk dalam hal upah.

              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  covid-19  dan
              perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada gubernur untuk melakukan penyesuaian
              penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai Upah Minimum Tahun 2020,"
              kata Ida.









                                                          1522
   1518   1519   1520   1521   1522   1523   1524   1525   1526   1527   1528