Page 1519 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1519

TANGGAPAN DISNAKERTRANS JATIM TERKAIT TUNTUTAN UMP BURUH

              Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Jawa  Timur  Himawan  Estu
              Subagjo  mengaku  segera  mengundang  rapat  tim  pengupahan  untuk  menindaklanjuti  surat
              edaran Menteri Ketenagakerjaan soal UMP .

              Hal tersebut terkonfirmasi usai mendengar tuntutan ribuan buruh yang menggelar demo tolak
              Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) di depan kantor Gubernur Jatim yang berlokasi di
              Jalan Pahlawan Surabaya.

              "Mengingat dalam beberapa hari ke depan, 1 Desember penetapan upah minimum provinsi (
              UMP ) sudah harus ditetapkan. Nah dalam rapat itu ya nanti kita lihat apa yang terjadi," ujar
              Himawan ditemui di Kantor Gubernur Jatim, Selasa (27/10/2020).

              Menurut  Himawan,  pihaknya  menunggu  respons  dari  rapat  dewan  pengupahan.  Semua
              masukan, baik itu usulan naik maupun sesuai surat edaran menaker yang memutuskan tetap.
              Seluruh  usulan  itu  akan  dicatat  untuk  diteruskan  ke  Gubernur  Jawa  Timur  Khofifah  Indar
              Parawansa.

              "Jika memang ada usulan naik dari serikat pekerja ya di notulensi, kita tuliskan ada usulan naik.
              Nanti  kalau  misalkan  pengusaha  mengusulkan  turun  (tetap)  dengan  hitungan  (itu)  ya  kita
              tuliskan.  Selanjutkan  keputusan  tentu  kita  serahkan  kepada  ibu  gubernur  dengan
              mempertimbangkan norma-norma yang ada," ujar dia.

              Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

              Dia menuturkan, pemerintah daerah dari sisi hukum wajib mengikuti keputusan pemerintah di
              atasnya.  Artinya  dalam  menetapkan  upah  minimum  harus  mempertimbangkan  surat  edaran
              tersebut.
              Apabila upah minimum tetap dinaikkan, Himawan mengatakan, tentu ada yang dirugikan dan di
              sisi lain ada yang diuntungkan. "Yang diuntungkan pasti diam saja dan terima kasih. Tapi yang
              dirugikan akan men-challenge keputusan itu. Ada gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara
              (PTUN)," ujar dia.

              "Kalau sampai terjadi putusan di PTUN itu membatalkan keputusan yang tidak sesuai dengan
              menaker nanti kan salah dua kali pejabat itu. Saya yakin itu akan menjadi pertimbangan untuk
              memutuskan bagaimana formasi UMP tahun 2021," ia menambahkan.
              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  memutuskan  untuk  tidak  menaikkan  upah  minimum
              tahun  2021  (UMP  2021).  Hal  tersebut  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.



















                                                          1518
   1514   1515   1516   1517   1518   1519   1520   1521   1522   1523   1524