Page 1516 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1516

Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Ida Fauziah menyayangkan adanya aksi unjuk rasa terkait UU
              Cipta Kerja ditengah pandemi yang masih berlangsung. Meski begitu, Ida mengatakan membuka
              lebar pintu untuk masyarakat menyampaikan aspirasinya.



              MENAKER AJAK BURUH DAN PENGUSAHA RUMUSKAN ATURAN TURUNAN UU CIPTA
              KERJA
              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Ida Fauziah menyayangkan adanya aksi unjuk rasa terkait UU
              Cipta Kerja ditengah pandemi yang masih berlangsung. Meski begitu, Ida mengatakan membuka
              lebar pintu untuk masyarakat menyampaikan aspirasinya.

              "Jika alasannya adalah menyalurkan aspirasi, saya kira ruang itu sangat terbuka," kata Ida dalam
              dalam  video  konferensi  Update  KPCPEN:  Prinsip  Keamanan  Vaksin  Covid-19,  Selasa
              (27/10/2020).

              Saat  ini,  Ida  menyampaikan  pihaknya  telah  memulai  melakukan  pembahasan  peraturan
              pemerintah sebagai turunan dari UU Cipta Kerja .

              "Disitulah ruang bagi teman-teman serikat pekerja, serikat buruh, ruang bagi pengusaha untuk
              duduk kembali merumuskan rancangan peraturan pemerintahnya," kata Ida.

              Jika dalam peraturan pemerintah masih belum mengakomodasi kebutuhan, Ida menyebutkan
              masih ada pilihan. Yaitu melakukan judicial review terhadap peraturan pemerintah.

              Ida menekankan, dalam situasi seperti ini, sebaiknya seluruh lapisan dan kelompok masyarakat
              bersatu  melawan  covid-19.  Sementara  itu,  demi  mencegah  penularan  yang  makin  luas,  Ida
              menilai dilaksanakannya aksi merupakan pilihan yang kurang bijak.

              "Meskipun unjuk rasa atau demo itu adalah hak, saya tetap mengingatkan kepada teman-teman
              semua bahwa pandemi belum usai, vaksin sedang diupayakan. Maka menurut saya menjadi tidak
              bijak demo dalam kondisi seperti ini," kata Ida.

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal akan melakukan aksi serentak
              nasional  untuk  menolak  UU  Cipta  Kerja  pada  2  November  2020  mendatang  di  Mahkamah
              Konstitusi dan Istana.

              "Sebelumnya saya mengatakan tanggal 1 November 2020. Ternyata tanggal satu adalah hari
              Minggu,  jadi  yang  benar  adalah  2  November,  hari  Senin,"  kata  Said  Iqbal  di  Jakarta,  Senin
              (26/10/2020).

              KSPI memperkirakan, Presiden akan menanda tangani UU Cipta Kerja dan penomorannya paling
              lambat 28 Oktober. Sementara tanggal 29 - 31 Oktober ada libur panjang, sehingga KSPI, KSPSI
              AGN, dan 32 federasi/konfederasi serikat buruh akan menyerahkan berkas judisial review ke
              Mahkamah Konstitusi pada tanggal 2 November 2020.


              "Pada saat penyerahan berkas judisial itulah, buruh melakukan aksi nasional dengan tuntutan
              agar Mahkamah Konstitusi membatalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan meminta Presiden
              untuk mengeluarkan Perpu untuk membatalkan UU Cipta Kerja tersebut," jelasnya.

              Lanjutnya, aksi nasional buruh pada 2 November tersebut dilakukan serempak di 24 Provinsi dan
              200 kab/kota yang diikuti ratusan ribu buruh. Sedangkan aksi di Istana dan Mahkamah Konstitusi
              diikuti puluhan ribu buruh.


                                                          1515
   1511   1512   1513   1514   1515   1516   1517   1518   1519   1520   1521