Page 1517 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1517

Selain itu, KSPI juga akan melakukan aksi nasional serempak di 24 Provinsi pada tanggal 9 - 10
              November yang diikuti ratusan ribu buruh dengan tuntutan DPR RI harus melakukan pencabutan
              omnibus law UU Cipta Kerja melalui proses legislative review sesuai mekanisme UUD 1945 pasal
              20, 21, dan 22A serta UU PPP. Kemudian meminta pencabutan omnibus law UU Cipta Kerja,
              dalam aksi pada tanggal 9-10 November 2020 juga akan disampaikan tuntutan buruh lainnya
              yaitu meminta kenaikan upah minimum 2021 sebesar 8 persen di seluruh Indonesia dan menolak
              tidak adanya kenaikan upah minimum 2021.

              Jelas  Said,  aksi  nasional  tersebut  serempak  dilakukan  di  24  Provinsi  dan  melibatkan  200
              kab/kota,  antara  lain:  Jakarta,  Depok,  Bogor,  Tangerang  Raya,  Serang,  Cilegon,  Karawang,
              Bekasi, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Bandung Raya, Cimahi, Cianjur, Sukabumi,
              Semarang, Kendal, Jepara, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik.

              Aksi juga akan dilakukan di Jogja, Banda Aceh, Medan, Deli Serdang, Batam, Bintan, Pekanbaru,
              Jambi,  Bengkulu,  Lampung,  Makassar,  Gorontalo,  Bitung,  Kendari,  Morowali,  Banjarmasin,
              Palangkaraya, Samarinda, Lombok, Ambon, Papua, dan sebagainya.

              "Aksi  KSPI  dan  serikat  buruh  lainnya  ini  adalah  aksi  anti  kekerasan  'non  violence'.  Aksi  ini
              diselenggarakan secara terukur, terarah dan konstitusional. Aksi tidak boleh anarkis dan harus
              damai serta tertib," pungkasnya.





















































                                                          1516
   1512   1513   1514   1515   1516   1517   1518   1519   1520   1521   1522