Page 1514 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1514

SRI MULYANI: UPAH MINIMUM TAK NAIK AGAR PERUSAHAAN TAK PHK
              KARYAWAN
              Menteri  Keuangan  Sri  Mulyani  Indrawati  menyatakan  keputusan  pemerintah  untuk  tidak
              menaikkan upah minimum tahun depan adalah penyeimbang dari berbagai kebijakan yang telah
              dikeluarkan pemerintah untuk mendongkrak daya beli masyarakat tahun ini.

              Bendahara  Negara  itu  menjelaskan,  pemerintah  telah  menggunakan  instrumen  fiskal  untuk
              menggelontorkan beragam program bantuan sosial kepada masyarakat.

              Di  sisi  lain,  pemerintah  juga  membantu  perusahaan  agar  bisa  tetap  bertahan  atau  bangkit
              kembali dari tekanan yang disebabkan oleh pandemi virus corona (Covid-19).

              "Namun masyarakat atau pekerja tetap dijaga dari sisi daya beli, itu pernanan fiskal. Itu untuk
              menjadi jembatan di situ, sehingga tidak membuat, jangan sampai salah satu policy (kebijakan)
              menyebabkan perusahaan makin lemah," ujar Sri Mulyani ketika memberikan keterangan pers
              Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Selasa (27/10/2020).

              "Atau dalam hal ini pekerja dapat kemungkinan kena PHK," ujar dia.

              Bendahara Negara itu menjelaskan, untuk mengompensasi daya beli masyarakat yang tergerus
              di tengah pandemi, pemerintah telah menggelontorkan program bansos dengan total anggaran
              mencapai Rp 240 triliun.

              Program tersebut  beberapa  di  antaranya yakni Program Keluarga  Harapan  (PKH) tambahan,
              peningkatan  bantuan  sembako,  bansos  Jabodetabek  dan  non  Jabodetabek,  hingga  Kartu
              Prakerja.

              Selain itu juga diskon tarif listrik, serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa. Pemerintah juga
              baru-baru ini menggelontorkan program bantuan subsidi gaji yang anggarannya mencapai Rp
              30 triliun, juga bantuan kuota internet untuk membantu kegiatan belanjar mengajar guru dan
              siswa.

              "Ini untuk mengover agar daya beli masyarakat tetap muncul tanpa membebani sektor usaha
              yang tertekan," ujar dia.

              Pemerintah  memutuskan  untuk  tidak  menaikkan  upah  minimum  di  tahun  depan.  Kondisi
              perekonomian dan perusahaan yang sulit akibat pandemi corona dinilai sebagai alasan utama
              hal tersebut.

              Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia
              Nomor  11/HK04/X/2020  tentang Penetapan  Upah  Minimum  tahun  2021  pada Masa  Pandemi
              Covid-19.

              Dengan terbitnya surat edaran tersebut maka pemerintah telah memutuskan upah minimum
              2021 tidak akan mengalami kenaikan atau setara dengan upah minimum tahun ini.
              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pun menyesalkan sikap Menteri Ketenagakerjaan
              yang mengeluarkan surat edaran tentang penetapan upah minimum 2021.

              Dengan keluarnya surat edaran ini, Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, buruh akan melakukan
              aksi perlawanan terhadap penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 dan penolakan
              Omnibus Law UU Cipta Kerja.





                                                          1513
   1509   1510   1511   1512   1513   1514   1515   1516   1517   1518   1519