Page 1525 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1525

SESALKAN SURAT EDARAN MENAKER SOAL UMP, KSPI UNGKAP 4 ALASAN UPAH
              2021 HARUS NAIK
              Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  menyesalkan  sikap  Menteri  Ketenagakerjaan
              (Menaker)  yang  mengeluarkan  surat  edaran  (SE)  Nomor  M/11/HK.4/x/2020  tertanggal  26
              Oktober 2020.

              Isi surat edaran tersebut adalah meminta kepada para Gubernur untuk melakukan penyesuaian
              penetapan  upah  minimum  tahun  2021  sama  dengan  nilai  upah  minimum  tahun  2020,
              melaksanakan  penetapan  upah  minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan  peraturan
              perundangan-undangan, dan menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi Tahun
              2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.

              Presiden  KSPI  Said  Iqbal  mengatakan,  dengan  keluarnya  SE  tersebut,  justru  membuat  aksi
              perlawanan  buruh  akan  semakin  mengeras  terhadap penolakan tidak  adanya  kenaikan  upah
              minimum 2021 dan penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.
              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata," kata Said Iqbal dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id pada Selasa (27/10).

              Diakui  Said  Iqbal,  pengusaha  memang  sedang  susah,  namun  buruh  juga  disebut  jauh  lebih
              susah. Said menilai seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, dengan tetap mengadakan
              kenaikan upah minimum 2021.

              Kemudian bagi perusahaan yang tidak mampu maka dapat melakukan penangguhan dengan
              tidak menaikan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan
              dan melaporkannya ke Kementerian Ketenagakerjaan.

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," ungkapnya.Empat alasan yang
              diusung  KSPI  mengapa  upah  minimum  2021  harus  naik  diantaranya,  pertama,  jika  upah
              minimum tidak naik, akan membuat situasi semakin panas. Dimana saat ini para buruh masih
              memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja. Sehingga aksi-aksi akan semakin besar.

              Kedua, alasan upah tidak naik karena saat ini pertumbuhan ekonomi minus disebut Said Iqbal
              tidak tepat. Ia membandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 1998, 1999, dan 2000.

              "Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik
              sekitar 16%, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49%. Begitu juga dengan
              upah  minimum  tahun  1999  ke  2000,  upah  minimum  tetap  naik  sekitar  23,8%,  padahal
              pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29%," kata Said Iqbal.

              Ketiga, bila upah minimum tidak naik maka daya beli masyarakat akan semakin turun. Daya beli
              turun akan berakibat jatuhnya tingkat konsumsi, yang pada ujungnya malah berdampak negatif
              pada perekonomian.

              Keempat, Said Iqbal menyebut tidak semua perusahaan kesulitan akibat pandemi Covid-19. Oleh
              karena itu, KSPI meminta kebijakan kenaikan upah dilakukan secara proporsional.

              KSPI juga mempertanyakan apakah Presiden Joko Widodo sudah mengetahui akan adanya SE
              tersebut. Oleh karena itu, KSPI dan seluruh serikat buruh di Indonesia akan melakukan aksi
              nasional besar-besaran di 24 provinsi pada 2 November dan 9-10 November yang diikuti puluhan
              hingga ratusan ribu buruh di Mahkamah Konstitusi, Istana, DPR RI, dan di kantor Gubernur di
              seluruh Indonesia.



                                                          1524
   1520   1521   1522   1523   1524   1525   1526   1527   1528   1529   1530