Page 1621 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1621

"Ini sangat memberatkan buruh dalam kondisi kesulitan ekonomi dan daya beli masyarakat yang
              lagi turun, tentu sangat berat," ujar Andi, Selasa (27/10/2020).
              Andi  pun  meminta  pemerintah  meninjau  ulang  keputusan  tersebut. Menurutnya,  pemerintah
              harus mengajak bicara serikat buruh sebelum mengambil keputusan.

              Dirinya mengakui saat ini pengusaha tengah mengalami kondisi kesulitan karena pandemi Covid-
              19. Namun, hal tersebut juga dialami para buruh.

              "Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan UMP 2021," kata dia.
              Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah,  memastikan  tak  ada  kenaikan  upah
              minimum  di  tahun  depan,  baik  upah  minimum  provinsi  (UMP)  maupun  upah  minimum
              kabupaten/kota (UMK).

              Hal  itu  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Nomor  M/11/HK.04/X/2020  tentang  Penetapan  Upah
              Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

              Alasan pemerintah tidak menaikkan upah minimum tahun depan yakni karena kondisi ekonomi
              Indonesia saat ini dalam masa pemulihan. Menurut pemerintah, kenaikan upah tahun 2021 justru
              akan memberatkan dunia usaha.

              "Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan bekerja bagi pekerja/buruh serta
              menjaga kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian terhadap penetapan upah minimum
              pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19," kata Ida dalam surat edarannya.














































                                                          1620
   1616   1617   1618   1619   1620   1621   1622   1623   1624   1625   1626