Page 1631 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1631

UMP TIDAK NAIK TANDA MENAKER NGGAK PEDE DENGAN PROGRAM JOKOWI

              Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono/Net

              Keputusan  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  yang  tidak  menaikkan  upah
              minimum provinsi (UMP) di tahun 2021 disayangkan banyak pihak.

              Berita  terkait  Perlawanan  Buruh  Akan  Makin  Menguat  Bila  Upah  2021  Tak  Dinaikkan  Lewat
              Medsos, PM Armenia Minta Donald Trump Bereaksi Atas Pelanggaran Gencatan Senjata Oleh
              Azerbaijan Presiden KSPI: Surat Edaran Menaker Tidak Sensitif Pada Nasib Buruh
              Bagi Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono, keputusan Menteri
              Fauziyah  mengeluarkan  Surat  Edaran  Nomor  M/11/HK.4/x/2020  tertanggal  26  Oktober  2020
              tidak tepat.

              Sebab, keputusan itu justru makin memperlemah daya beli kaum pekerja yang terdampak krisis
              ekonomi karena Covid-19.

              "Pertanyaannya  apakah  barang  dan  jasa  yang  dihasilkan  dari  produktivitas  kaum  pekerja
              harganya turun kan enga, hanya dari sisi permintaan yang mengalami penurunan 50 hingga 60
              persen. Artinya, memang produksi menurun, namun seiring juga dengan pengurangan tenaga
              kerjanya," ujarnya kepada redaksi, Selasa (27/10).

              Atas alasan itu, Arief Poyuono menilai tidak ada alasan yang tepat bagi Menaker untuk tidak
              menaikan UMP 2021.

              Keputusan untuk tidak menaikkan justru akan membuat kecewa kaum pekerja. Parahnya lagi,
              akan  memicu  aksi  gelombang  demonstrasi  buruh  di  seluruh  Indonesia,  seiring  dengan  aksi
              penolakan UU Ciptaker.

              Seharusnya,  sambung  Arief  Poyuono,  Menaker  tidak  memutuskan  UMP  2021  tetap.  Tetapi
              menyerahkan  kepada  pihak  pengusaha  dan  serikat  pekerja  atau  wadah  buruh  di  setiap
              perusahaan untuk bernegoisasi.

              Sebab, tidak semua sektor industri yang terdampak oleh Covid-19 dan harus melakukan PHK
              karyawannya.  Industri  kesehatan,  telekomunikasi,  pertanian,  perkebunan  justru  meningkat
              pendapatannya di saat Covid-19.
              "Nah  percuma  dong  ada  prediksi  dari  Bank  Dunia  dan  IMF  yang  menyatakan  pada  2021
              perekonomian Indonesia akan tumbuh 4 hingga 5 persen pasca Covid-19," tegasnya.

              Perlawanan Buruh Akan Makin Menguat Bila Upah 2021 Tak Dinaikkan Menurutnya, UMP tidak
              naik juga menjadi pertanda bahwa Menaker Ida Fauziyah tidak percara diri dengan program-
              program Presiden Joko Widodo yang optimis ekonomi tahun 2021 akan tumbuh hingga 4 hingga
              5 persen.

              "Percuma juga keyakinan Pak Jokowi terhadap perekonomian nasional yang akan tumbuh positif
              di 2021 dengan UU Ciptaker kalau UMP buruh tidak naik," tutup Arief Poyuono.


              EDITOR: WIDIAN VEBRIYANTO Tag: UMP JOKO WIDODO BUMN ARIEF POYUONO .









                                                          1630
   1626   1627   1628   1629   1630   1631   1632   1633   1634   1635   1636