Page 1775 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1775

PENETAPAN UMP JABAR 2021 SERBA DILEMATIS, KENAPA?

              Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat 2021 dimajukan pada Selasa (27/10/2020).
              Namun penetapan juga belum menyertakan komponen kebutuhan hidup layak (KHL).

              Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi mengatakan
              waktu pengumuman UMP yang biasanya dilaksanakan pada 1 November dimajukan pada tanggal
              27 Oktober mengingat pada tanggal 28 Oktober--1 November cuti bersama.

              Menurutnya selama ini penatapan UMP berdasarkan PP78/2015 harusnya menggunakan KHL.
              Namun  hingga  Senin  (26/10/2020)  BPS  belum  menerbitkan  KHL  tersebut.  "Kemungkinan
              dikarenakan amanat soal KHL yang ada dari Permenakar 18/2020 baru awal Oktober ditetapkan
              sehingga BPS belum siap," katanya di Bandung, Selasa (27/10/2020).

              Dia berharap Selasa ini keputusan dari BPS sudah ada. Di sisi lain, jika KHL tidak kunjung muncul,
              pihaknya  menunggu  keputusan  dari  Kemenaker  yang  Senin  ini  menggelar  rapat  formula
              perhitungan UMP 2021.

              "UMP itu safety net. Di PP 78/2015 UMP itu dihitung berdasarkan UMP tahun berjalan dikali
              penambahan inflasi dan PDRB. Kalau inflasi Jabar tahun lalu 3,5 sekaran 1,5 sampai 2 persen,
              yang parah PDRB anjlok besar jadinya minus. Kalau minus kan kasian juga bakal lebih kecil dari
              UMP 2020 yang Rp 1,8 juta itu,"tuturnya.

              Pihaknya menolak keinginan buruh yang mendesak agar Gubernur Jabar tidak menetapkan UMP.
              Menurutnya  sesuai  regulasi  menyatakan  gubernur  wajib  menetapkan  UMP,  karena  jangan
              sampai kabupaten kota menetapkan lebih rendah dari UMP.

              "Kalau gubernur tidak menetapkan UMP nanti gubernur mendapat sanksi kan setiap peraturan
              pemerintah harus dilaksanakan pemerintah daerah,"ujarnya.
              Meski  demikian,  pihaknya  akan  siapkan  perhitungan  alternatif.  Pihaknya  bisa  mengakomodir
              sesuai usulan Apindo yaitu UMP 2021 tidak naik atau nilainya tetap seperti UMP 2020.

              "Atau  katanya  dari  kemenaker  ada  surat  edaran  hari  ini  rapat  mungkin  nanti  malem keluar.
              Karena  memang  kami  dilematis  kalau  kita  naikkan  walaupun  tanpa  regulasi  sekarang  para
              pengusaha boro-boro untuk naik untuk yang normal saja sekarang sudah minta ampun,"katanya.































                                                          1774
   1770   1771   1772   1773   1774   1775   1776   1777   1778   1779   1780