Page 1901 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1901

Massa akan bergerak secara bergelombang dari kawasan industri menuju titik kumpul utama di
              Bundaran  Waru,  Kebun  Binatang  Surabaya  (KBS)  dan  Kawasan  Industri  Margomulyo  sekitar
              pukul 12.00 WIB. Kemudian serentak menuju kantor Gubernur Jawa Timur. Diperkirakan massa
              aksi tiba di Jalan Pahlawan Surabaya sekitar pukul 14.00 WIB.

              "Massa aksi diperkirakan mencapai 15 ribu orang dari berbagai daerah kawasan industri di Jawa
              Timur," kata Jubir Aliansi Serikat Pekerja, Jazuli saat dihubungi.

              Aksi ini merupakan kelanjutan demonstrasi pada (8/10) dan tindak lanjut pertemuan dengan
              Menpolhukam RI pada (14/10) di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut tidak mendapatkan hasil
              apapun.

              Demo akan diikuti 16 konfederasi dan federasi serikat pekerja atau serikat buruh. Di antaranya,
              KSPSI, KSPI, KSBSI, FSP LEM SPSI, FSP KEP SPSI, FSP RTMM SPSI, FSP KAHUT SPSI, FSP KEP
              KSPI, FSPMI KSPI, FSP PPMI KSPI, FSP FARKES Rev. KSPI, FSP KAHUTINDO, FSP PRODUKTIVA,
              SPN, SARBUMUSI dan FSP FARKES SPSI.
              Namun, pihaknya berjanji bahwa demo yang akan dilakukan hari ini dilakukan secara tertib dan
              patuh protokol kesehatan. "Kami berkomitmen aksi demonstrasi akan dilakukan secara tertib dan
              damai  serta  menerapkan  protokol  kesehatan.  Minimal  menggunakan  masker  dan  membawa
              hand sanitizer," ujarnya.
              Berikut tuntutan aksi pendemo:

              1.  Tolak  UU  Omnibus  Law  Tentang  Cipta  Kerja  Mendesak  Presiden  RI  agar  menerbitkan
              Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) untuk membatalkan UU ( Omnibus
              Law ) tentang Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI pada tanggal 5 Oktober 2020 lalu.

              2. Tolak penurunan kualitas komponen kebutuhan hidup layak (KHL) dalam Permenaker No. 18
              Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 21 Tahun 2016
              tentang Kebutuhan Hidup Layak.

              3. Tetapkan upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp 2,5 juta sesuai dengan nilai rata-rata
              UMK di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur tahun 2020.

              4. Naikkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2021 di Jawa Timur sebesar Rp 600 ribu
              dengan memasukkan komponen kebutuhan protokol kesehatan.

              5. Tetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) dan upah minimum sektoral kabupaten/kota
              (UMSK) tahun 2021 di Jawa Timur secara bersamaan dengan penetapan UMK.


























                                                          1900
   1896   1897   1898   1899   1900   1901   1902   1903   1904   1905   1906