Page 1903 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1903

UPAH MINIMUM 2021 TAK ADA KENAIKAN, SAID IQBAL: MENAKER TIDAK MILIKI
              SENSITIVITAS NASIB BURUH
              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyesalkan sikap Menteri Ketenagakerjaan yang
              mengeluarkan surat edaran Nomor M/11/HK.04/X/2020 tertanggal 26 Oktober 2020.

              Adapun isi surat edaran tersebut adalah meminta para Gubernur untuk melakukan penyesuaian
              penetapan  upah  minimum  tahun  2021  sama  dengan  nilai  upah  minimum  tahun  2020,
              melaksanakan  penetapan  upah  minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan  peraturan
              perundangan-undangan, dan menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi Tahun
              2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.

              Merespons hal itu, Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi perlawanan buruh akan semakin
              mengeras  terhadap  penolakan  tidak  adanya  kenaikan  upah  minimum  2021  dan  penolakan
              omnibus law UU Cipta Kerja .

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata," kata Said melalui keterangannya, Selasa (27/10/2020).

              Menurutnya, pengusaha memang sedang susah, tapi buruh juga jauh lebih susah.

              Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan upah minimum 2021.

              Tetapi bagi perusahaan yang tidak mampu maka dapat melakukan penangguhan dengan tidak
              menaikan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan
              melaporkannya ke Kemenaker .

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," ucapnya.

              "Apakah presiden sudah mengetahui keputusan Menaker ini? Atau hanya keputusan sepihak
              Menaker?," pungkasnya.




































                                                          1902
   1898   1899   1900   1901   1902   1903   1904   1905   1906   1907   1908