Page 1907 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1907

PRESIDEN KSPI: SURAT EDARAN MENAKER TIDAK SENSITIF PADA NASIB BURUH

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah/Net  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)
              menyesalkan  sikap  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  yang  mengeluarkan  surat  edaran
              Nomor M/11/HK.4/x/2020 tertanggal 26 Oktober 2020.

              Berita  terkait  Jika  Naskah  UU  Ciptaker  Diteken  Presiden,  KSPI  Ancam  Aksi  Nasional  Pada  1
              November Pendemo UU Ciptaker Bubarkan Diri, Petugas Kebersihan Pemprov DKI Langsung
              Bersihkan  Kawasan  Patung  Kuda  Fadli  Zon  Akui  Fungsi  Parlemen  Tidak  Jalan,  Makanya
              Mahasiswa, Buruh, Dan Civil Society Yang Ambil Alih

              Di  mana  lewat  surat  edaran  tersebut  para  gubernur  diminta  untuk  melakukan  penyesuaian
              penetapan upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020. Kemudian
              melaksanakan  penetapan  upah  minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan  peraturan
              perundangan-undangan, lalu menetapkan dan mengumumkan upah minimum orovinsi tahun
              2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.
              Penerbitan keluarnya surat edaran tersebut, kata Presiden KSPI Said Iqbal, akan membuat aksi
              perlawanan  buruh  akan  semakin  mengeras.  Khususnya  penolakan  terhadap  tidak  adanya
              kenaikan upah minimum 2021 dan penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata," kata Said Iqbal dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10).

              Iqbal memahami para pengusaha memang sedang dalam kondisi susah, tetapi kondisi buruh
              juga jauh lebih susah. Seharusnya, kata dia, pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada
              kenaikan upah minimum 2021.

              Sementara  bagi  perusahaan  yang  tidak  mampu,  sambungnya,  maka  dapat  melakukan
              penangguhan dengan tidak menaikkan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja
              di tingkat perusahaan dan melaporkannya ke Kemenaker.

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

              "Apakah presiden sudah mengetahui keputusan Menaker ini? Atau hanya keputusan sepihak
              Menaker?" sambungnya.

              Oleh karena itu, KSPI dan seluruh serikat buruh di Indonesia akan melakukan aksi nasional besar-
              besaran di 24 provinsi pada 2 November dan 9 sampai 10 November yang diikuti puluhan dan
              bahkan ratusan ribu buruh di Mahkamah Konstitusi, Istana, DPR RI, dan di kantor Gubernur di
              seluruh Indonesia.

              Mereka akan datang dengan membawa tuntutan untuk membatalkan omnibus law UU Cipta
              Kerja dan kenaikan upah minimum 2021 demimenjaga daya beli masyarakat.

              KSPI menyebut ada empat alasan mengapa upah minimum 2021 harus naik.

              Pertama, jika upah minimum tidak naik, kata Said Iqbal, hal ini akan membuat situasi semakin
              panas. Apalagi saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.
              Di  mana  seiring  dengan  penolakan  omnibus  law,  buruh  juga  akan  menyuarakan  agar  upah
              minimum 2021 tetap naik. Sehingga aksi-aksi akan semakin besar.

              Kedua,  alasan  upah  tidak  naik  karena  saat  ini  pertumbuhan  ekonomi  minus  tidak  tepat.
              Bandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 1998, 1999, dan 2000.



                                                          1906
   1902   1903   1904   1905   1906   1907   1908   1909   1910   1911   1912