Page 1910 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1910

UPAH MINIMUM TAK NAIK, KSPI: MENAKER TAK MILIKI SENSITIVITAS NASIB
              BURUH!
              Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  menyesalkan  sikap  Menteri  Ketenagakerjaan
              dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada para gubernur untuk melakukan penyesuaian
              penetapan upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020.

              Merespons  keluarnya  surat  edaran  itu,  Presiden  KSPI  Said  Iqbal  mengatakan,  buruh  akan
              melakukan aksi perlawanan terhadap penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 dan
              penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

              Said meminta pemerintah bisa bersikap lebih adil, dengan tetap menaikkan upah minimum 2021.
              Tetapi bagi perusahaan yang tidak mampu maka dapat melakukan penangguhan dengan tidak
              menaikan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan
              melaporkannya ke Kemenaker.

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," sebut dia.

              Oleh karena itu, KSPI dan seluruh serikat buruh di Indonesia akan melakukan aksi nasional besar-
              besaran di 24 provinsi pada 2 November dan berlanjut lagi pada 9-10 November di Mahkamah
              Konstitusi, Istana, DPR RI, dan di kantor Gubernur seluruh Indonesia.

              Sebelumnya, KSPI menyebut 4 alasan mengapa upah minimum 2021 harus naik.

              Pertama, jika upah minimum tidak naik, hal ini akan membuat situasi semakin panas. Apalagi
              saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

              Kedua, alasan upah tidak naik karena saat ini pertumbuhan ekonomi minus tidak tepat. Sao
              membandingkannya dengan yang terjadi pada tahun 1998, 1999, dan 2000.

              "Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik
              sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen. Begitu juga
              dengan upah minimum tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8 persen,
              padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29 persen," ujarnya.

              Ketiga, bila upah minimum tidak naik maka daya beli masyarakat akan semakin turun. Daya beli
              turun  akan  berakibat  jatuhnya  tingkat  konsumsi.  Ujung-ujungnya  berdampak  negatif  buat
              perekonomian.

              Keempat,  tidak  semua  perusahaan  kesulitan  akibat  pandemi  Covid-19.  Oleh  karena  itu,  dia
              meminta kebijakan kenaikan upah dilakukan secara proporsional.

              Seperti diberitakan, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah meneken Surat Edaran Nomor
              M/11/HK.04/X/2020  tertanggal  26  Oktober  2020.  Adapun  isi  surat  edaran  tersebut  adalah
              mengatur  tentang  Penetapan  Upah  Minimum  Tahun  2021  pada  Masa Pandemi  Corona  Virus
              Disease 2019 (Covid-19).

              .






                                                          1909
   1905   1906   1907   1908   1909   1910   1911   1912   1913   1914   1915