Page 1914 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1914
Ringkasan
- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi,
menyambut positif ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF) yang telah
dikonsultasikan di tingkat Senior Labour Officials Meeting (SLOM).
Hal itu Anwar sampaikan saat membuka acara pertemuan SLOM ke-16 secara hybrid virtual
meeting di Jakarta, Senin (26/10/2020).
Sebagai informasi, SLOM adalah agenda rutin pejabat tinggi Kemnaker tingkat ASEAN setiap dua
tahun sekali yang membahas isu ketenagakerjaan.
KEMNAKER HARAP ACRF BUAT KETENAGAKERJAAN ASEAN LEPAS DARI DAMPAK
BURUK COVID-19
- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi,
menyambut positif ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF) yang telah
dikonsultasikan di tingkat Senior Labour Officials Meeting (SLOM).
"Mari dukung bersama program ini dengan inisiasi kerja sama konkrit, agar ketenagakerjaan
ASEAN dapat segera lepas dari dampak buruk Covid-19," kata Anwar seperti dalam keterangan
tertulis yang Kompas.com terima.
Hal itu Anwar sampaikan saat membuka acara pertemuan SLOM ke-16 secara hybrid virtual
meeting di Jakarta, Senin (26/10/2020).
Sebagai informasi, SLOM adalah agenda rutin pejabat tinggi Kemnaker tingkat ASEAN setiap dua
tahun sekali yang membahas isu ketenagakerjaan.
Adapun isu yang dibahas mulai dari pelindungan pekerja migran, komitmen bersama untuk
menghentikan pekerja anak pada tahun 2025, maupun kebijakan ramah lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, Anwar juga membahas hal terkait Covid-19 dalam isu
ketenagakerjaan.
"Termasuk menjelaskan apa yang sudah dilakukan Pemerintah Indonesia dalam merespons
dampak dari Covid-19 di sektor ketenagakerjaan," ujar Anwar.
Anwar menjelaskan, untuk membantu pekerja di tengah pandemi Covid-19, pemerintah telah
mengeluarkan program bantuan pemerintah berupa Subsidi Gaji atau Upah (BSU) bagi pekerja
dengan gajinya di bawah Rp 5.000.000.
"Kebijakan lainnya ialah protokol kesehatan yang perlu diperhatikan di lingkungan perusahaan
mulai dari regulasi jam kerja dan fasilitas-fasilitas pencegahan Covid-19 untuk memutus
penyebaran Covid-19," paparnya.
Lebih lanjut, Anwar menyatakan, SLOM ini bukan hanya merespons pandemi Covid-19 saja,
tetapi juga merespons isu-isu kekinian.
"Isu kekinian saat ini misalnya hidup di era digital ekonomi. Maka semua harus mempersiapkan
tenaga kerja agar dapat beradaptasi dalam situasi tersebut," ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri (KLN) Kemnaker, Indah Anggoro
Putri.
1913

