Page 1918 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1918
Judul Ini Alasan Menaker Ida Fauziyah Tak Naikkan UMP 2021
Nama Media liputan6.com
Newstrend Peraturan Upah Minimum
Halaman/URL https://www.liputan6.com/bisnis/read/4392824/ini-alasan-menaker-
ida-fauziyah-tak-naikkan-ump-2021
Jurnalis Maulandy Rizky Bayu Kencana
Tanggal 2020-10-27 08:15:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Dinar Titus Jogaswitani (Direktur Pengupahan Kemnaker) Jadi nilai upah minimum
2021 sama dengan nilai upah minimum 2020. Tidak ada kenaikan dan di SE tidak ada kata
kenaikan
negative - Said Iqbal (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) Sebagai contoh, di DKI
Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik sekitar 16 persen, padahal
pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen. Begitu juga dengan upah minimum
tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8 persen, padahal pertumbuhan
ekonomi tahun 1999 minus 0,29 persen
negative - Said Iqbal (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) Jadi tidak ada alasan upah
minimum tahun 2020 ke 2021 tidak ada kenaikan karena pertumbuhan ekonomi sedang minus.
Saat Indonesia mengalami krisis 1998, di mana pertumbuhan ekonomi minus di kisaran 17
persen tapi upah minimum di DKI Jakarta kala itu tetap naik bahkan mencapai 16 persen
Ringkasan
Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan Upah Minimum Provinsi tahun 2021 (UMP
2021). Dengan begitu nilai UMP 2021 akan sama dengan UMP 2020.
Keputusan pemerintah tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik
Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa
Pandemi COvid-19.
1917

