Page 787 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 787

Dikutip dari Kontan.id, sudah ada 18 provinsi yang sudah menggelar sidang dewan pengupahan
              provinsi dalam rangka persiapan penetapan upah minimum 2021.
              Hasilnya,  18  provinsi  itu  sepakat  akan  melaksanakan  surat  edaran  Menaker  nomor
              M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Covid-
              19.

              Dengan kata lain, upah minimum di 18 provinsi tersebut tidak naik tahun depan.

              "Terkait  dengan  upah  minimum  provinsi,  sampai  tadi  malam  sudah  ada  18  provinsi  akan
              mengikuti surat edaran menteri ketenagakerjaan," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah,
              Rabu (28/10).

              Melalui surat edaran tersebut, para Gubernur diminta untuk melakukan penyesuaian penetapan
              nilai upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020, melaksanakan
              penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai dengan ketentuan peraturan perundan-
              undangan,  juga  menetapkan  dan  mengumumkan  upah  minimum  provinsi  tahun  2021  pada
              tanggal 31 Oktober 2020.

              Penetapan upah minimum tahun 2021 pun dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian
              Indonesia pada masa pandemi Covid-19 dan perlunya pemulihan ekonomi nasional.

              Ida menyebutkan, penetapan upah minimum 2021 telah menggunakan Kebutuhan Hidup Layak
              (KHL) tahun 2021 seperti yang ketentuan yang ada di PP 78 tahun 2015.
              Meski begitu, PP tersebut tidak didesain dengan kondisi adanya pandemi seperti saat ini.

              Menurutnya,  keputusan  penetapan  upah  2021  ini  sudah  melalui  diskusi  dan  pertimbangan
              sehingga jalan yang tengah diambil adalah upah 2021 sama dengan 2021.

              Lebih lanjut, dia juga mengatakan, yang menetapkan upah minimum masing-masing provinsi
              adalah para gubernur.
              Dia pun berharap latar belakang dan beberapa landasan yuridis yang sudah disebutkan di surat
              edaran tersebut menjadi penguat bagi para gubernur dalam mengambil kebijakan terkait dengan
              upah minimum di 2021.

              "Di  surat  edaran  itu  memang  meminta,  tapi  saya  kira  gubernur  akan  juga  melihat  kondisi
              perekonomian di masing-masing provinsinya, saya kira dewan pengupahan daerah juga akan
              dilibatkan  dalam  merumuskan  upah  minimum  provinsi.  Karena  ketika  kami  mendiskusikan
              Dewan Pengupahan Nasional, itu sebenarnya juga berdasarkan masukan dari berbagai pengurus
              pengupahan daerah," ujar Ida.

              Adapun, 18 provinsi yang akan melaksanakan SE tentang upah minimum 2021 yakni: 1. Jawa
              Barat 2. Banten 3. Bali 4. Aceh 5. Lampung 6. Bengkulu 7. Kepulauan Riau 8. Bangka Belitung
              9. Nusa Tenggara Barat 10. Nusa Tenggara Timur 11. Sulawesi Tengah 12. Sulawesi Tenggara
              13. Sulawesi Barat 14. Maluku Utara 15. Kalimantan Barat 16. Kalimantan Timur 17. Kalimantan
              Tengah 18. Papua.












                                                           786
   782   783   784   785   786   787   788   789   790   791   792