Page 795 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 795

berlaku  untuk  upah  minimum  kabupaten  /kota  (UMK),  upah  minimum  provinsi  (UMP),  upah
              minimum regional (UMR) dan upah minimun sektoral (UMS).
              Tak hanya itu, gubernur juga diminta melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun
              2021  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan  perundang-undangan,  juga  menetapkan  dan
              mengumumkan upah minimum provinsi tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.

              Sayangnya, Dinar tidak merinci provinsi mana saja yang sudah sepakat akan mengikuti surat
              edaran tersebut.

              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, sampai Selasa (27/10) sudah
              ada 18 provinsi yang sepakat mengikuti SE tersebut.

              18 provinsi tersebut antara lain Jawa Barat, Banten, Bali, Aceh, Lampung, Bengkulu, Kepulauan
              Riau, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi
              Tenggara,  Sulawesi  Barat,  Maluku  Utara,  Kalimantan  Barat,  Kalimantan  Timur,  Kalimantan
              Tengah dan Papua.

              Ida  pun  menerangkan,  penetapan  upah  minimum  tahun  2021  dilakukan  dengan
              mempertimbangkan  beberapa  hal.  Menurutnya,  SE  ini  untuk  memberikan  perlindungan  dan
              keberlangsungan  bekerja  bagi  pekerja/buruh  serta  menjaga  kelangsungan  usaha,  perlu
              dilakukan penyesuaian terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di
              masa pandemi Covid-19.

              "Jadi, sebenarnya posisinya setelah kita mendiskusikan secara mendalam, mempertimbangkan
              berbagai hal, jalan tengah yang bisa kita ambil adalah dengan tetap sebagaimana upah minimum
              2020. Ini adalah jalan tengah yang kita ambil hasil diskusi di Dewan Pengupahan Nasional. Kita
              harap  para  gubernur  menjadikan  ini  sebagai  referensi  dalam  menetapkan  upah  minimum,"
              terang Ida.Editor: Adi Wikanto.









































                                                           794
   790   791   792   793   794   795   796   797   798   799   800