Page 797 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 797

penetapan nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020," kata Ida dalam
              SE tersebut dikutip, Kamis (29/10).
              Namun,  keputusan  itu  menuai  penolakan  dari  kaum  buruh  dan  pekerja.  Di  sisi  lain,  Ida
              mengklaim terdapat 18 provinsi yang sepakat akan mengikuti ketentuan pemerintah pusat, yakni
              tidak menaikkan upah minimum.

              "Berdasarkan  pemantauan  pada  hari  Selasa,  27  Oktober  2020,  Pukul  16.35  WIB,  beberapa
              daerah  telah  melaksanakan  sidang  dewan  pengupahan  provinsi  dalam  rangka  persiapan
              penetapan UM tahun 2021," kata Ida Tahun ini, upah minimum ditetapkan naik 8,51 persen
              mengacu  pada  perhitungan  Peraturan  Pemerintah  (PP)  Nomor  78  Tahun  2015  tentang
              pengupahan. Beleid itu mengatur besaran kenaikan upah minimum setiap tahun berdasarkan
              tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya. Rinciannya, inflasi nasional 3,39
              persen dan pertumbuhan ekonomi nasional 5,12 persen.

              Perhitungan  tersebut  selanjutnya  ditindaklanjuti oleh  gubernur dari  34 provinsi di  Indonesia.
              Selanjutnya,  rentang  kenaikan  upah  minimum  di  kisaran  6,8  persen  hingga  16,98  persen
              berbeda-beda setiap wilayah.

              Upah minimum tertinggi: 1. DKI Jakarta naik 8,28 persen dari Rp3.940.973 menjadi Rp4.267.349
              2. Papua naik 8,54 persen dari Rp3.240.900 menjadi Rp3.516.700 3. Sulawesi Utara naik 8,51
              persen  dari  Rp3.051.076  menjadi  Rp3.310.723  4.  Bangka  Belitung  naik  8,51  persen  dari
              Rp2.976.705 menjadi Rp3.230.022 5. Papua Barat naik 6,8 persen dari Rp2.934.500 menjadi
              Rp3.134.600 Upah minimum terendah: 1. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) naik 8,51 persen
              dari  Rp1.570.922  menjadi  Rp1.704.608  2.  Jawa  Tengah  naik  8,51  persen  dari  Rp1.605.396
              menjadi  Rp1.742.015  3.  Jawa  Timur  naik  8,51  persen  dari  dari  Rp1.630.059  menjadi
              Rp1.768.777 4. Jawa Barat naik 8,51 persen dari Rp1.668.372 menjadi Rp1.810.350 5. Nusa
              Tenggara Timur (NTT) naik 8,51 persen dari Rp1.793.293 menjadi Rp1.945.902.








































                                                           796
   792   793   794   795   796   797   798   799   800   801   802