Page 808 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 808

Menurutnya,  melibatkan  partisipasi  publik  masyarakat  dalam  pembuatan  kebijakan  harus
              menjadi budaya. Terkait penetapan upah minimum, dia menyarankan, agar seharusnya hal itu
              diserahkan ke pemerintah daerah dan dewan pengupah daerah.

              Keduanya dinilai lebih memahami situasi masing-masing daerah. "Karena bisa jadi beda-beda
              kondisi dampak pandeminya," ujarnya.

              Hal  senada  juga  disampaikan  Presidium  Gerakan  Kesejahteraan  Nasional  (Gekanas)  Indra
              Munaswar. Indra menyoroti keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah yang
              tidak menaikkan upah minimum 2021.

              Menurutnya dampak covid-19 yang dialami tiap perusahaan berbeda-beda. "Menaker tidak bisa
              memukul  rata  semua  industri  barang  dan  jasa  dalam  keadaan  kolaps,"  kata  Indra  kepada
              Republika, Kamis (29/10).

              Dia  menuturkan,  saat  ini  kaum  buruh  sedang  dihadapkan  berbagai  persoalan-persoalan
              ketenagakerjaan yang pelik seperti soal UU Cipta Kerja. Kini persoalan tersebut ditambah lagi
              dengan keluarnya SE menaker yang memutuskan tidak menaikkan upah minimum 2021.

              Sebelumnya  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,  telah  menerbitkan  SE  yang  ditujukan
              kepada Gubernur se-Indonesia. Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/2020 ini mengatur tentang
              Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-
              19).

















































                                                           807
   803   804   805   806   807   808   809   810   811   812   813