Page 806 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 806

"Generasi milenial harus cekatan (sigap), agar tidak tertinggal dengan transformasi zaman ini,"
              kata  Direktur  Bina  Produktivitas  Kementerian  Ketenagakerjaan,  Fahrurozi  saat  memberikan
              sambutan  pada  Webinar  Bicara  Produktivitas  bertajuk  'Memaknai  Sumpah  Pemuda:  Peran
              Penting Energi Pemuda, tingkatkan Produktivitas', Rabu (28/10/2020).

              Fahrurozi  mengatakan,  generasi  milenial  terus  mengalami  pertumbuhan  yang  sangat  pesat.
              Sementara dalam rentang waktu 2020-2030, Indonesia diprediksi mendapat bonus demografi,
              di  mana  jumlah  masyarakat  dengan  usia  produktif  jauh  lebih  banyak  melebihi  mereka  yang
              termasuk dalam usia nonproduktif (anak-anak dan lansia).

              Menurutnya, generasi muda harus bisa menjadikan pertumbuhan tersebut sebagai kesempatan
              untuk  bersaing  dan  berkompetisi  yang  berproduktif,  sehingga  dapat  memajukan  dan
              menegaskan posisi bangsa kedepan semakin bergerak maju.

              Adapun para pembicara pada webinar ini, ialah Juru Bicara Presiden RI, Fajroel Rachman sebagai
              keynote speaker; Direktur Utama PT MRT Jakarta, Wiliam P. Subandar; Staf khusus Menteri
              Ketenagakerjaan,  Dita  Indah  Sari;  Ketum  Gerakraf  Nasional  Kawendra  Lukistian  dengan
              moderator Dodi Lapihu DPP GAMKI dan Host Kasie Kerja Sama Peningkatan Produktivitas Astri
              Christafilia Litha.

              Fajroel  Rahman  mengatakan,  peristiwa  sumpah  pemuda  merupakan  teladan  historis  dalam
              mewujudkan  Indonesia  maju.  Presiden  pun  sering  berdiskusi  dengan  generasi  muda  untuk
              memperoleh gagasangagasan yang besar dan inovatif, sehingga bisa mencari cara-cara baru
              untuk mengejar kemajuan bangsa.

              "Untuk menjadi Indonesia maju, maka harus memiliki SDM unggul, yaitu optimal mengelola apa
              yang kita punya, mampu menghadapi disrupsi dengan cepat dan adaptasi dalam berpikir dan
              bekerjasama," kata Fajroel.

              Sementara Dita indah Sari menyatakan, Indonesia membutuhkan support dan Kerjasama yang
              baik  dengan  dunia  usaha  untuk  meningkatkan  skill  tenaga  kerjanya  dengan  up  skilling  dan
              reskilling sehingga dapat tercapai link and match antara dunia usaha dan dunia kerja.





































                                                           805
   801   802   803   804   805   806   807   808   809   810   811