Page 884 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 884

'JALAN TENGAH' MENTERI IDA YANG DIANGGAP MERUGIKAN PARA PEKERJA

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dinilai tak sensitif terhadap buruh dengan menetapkan
              upah 2021 sama seperti tahun ini.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengeluarkan  surat  edaran  yang  bunyinya  memupus
              harapan para buruh Indonesia: upah tahun depan tidak naik.

              Surat edaran Menaker Nomor M/11/HK.04/X/2020 tersebut diteken pada 26 Oktober, ditujukan
              kepada seluruh gubernur. Gubernurlah yang bakal mengeluarkan surat keputusan berdasarkan
              itu.

              Ida menyebut kebijakannya sebagai "jalan tengah yang harus diambil oleh pemerintah dalam
              kondisi  yang  sulit  dan  tidak  mudah,"  dikutip  dari  Antara  .  Maksudnya  jalan  tengah  adalah
              menaikkan atau menurunkan upah minimum. Sementara kajian Dewan Pengupahan Nasional
              merekomendasikan upah turun atau minimal stagnan, elemen buruh mau gaji minimum tetap
              naik.

              Politikus  dari  PKB  ini  beralasan  upah  minimum  2021  tak  naik  karena  pertumbuhan  ekonomi
              nasional sepanjang tahun diprediksi 0,6 persen sampai minus 1,7 persen dan inflasi minus 2,5
              persen--tiga  bulan  berurutan  terjadi  deflasi.  Formula  pertumbuhan  ekonomi  dan  inflasi  itu
              merujuk Peraturan Pemerintah (PP) 78/2015 .

              Kebijakan  ini  dikritik  para  buruh.  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (KSPSI)
              menyebut  selain  tidak  adil,  kebijakan  ini  sebenarnya  merugikan  bagi  perekonomian  secara
              umum. Selama ini ekonomi Indonesia masih bergantung pada ekonomi rumah tangga. Dengan
              penerapan  nilai  upah  yang  sama,  kata  mereka,  itu  sama  saja  menurunkan  daya  beli  dan
              konsumsi.

              Dihantam Cipta Kerja & Corona, Upah Tahun Depan Bisa Jadi Turun Oleh karena itu, Dewan
              Pimpinan Daerah KSPSI D.I Yogyakarta mencuit tuntutan lugas: "Cabut SE Menaker tentang
              upah minimum 2021." Dalam hal ini Menaker Ida berkilah daya beli para pekerja masih bisa
              digenjot dengan bantuan subsidi gaji dari negara. Pekerja bergaji di bawah lima juta mendapat
              bantuan Rp600 ribu selama empat bulan. Jumlah penerima mencapai 15,7 juta.

              Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  juga  melancarkan  kritik.  Pimpinan  KSPI  Said  Iqbal
              mengatakan "Menaker tidak memiliki sensitivitas [terhadap] nasib buruh, hanya memandang
              kepentingan pengusaha." Menurutnya saat ini pengusaha memang sedang susah, tapi buruh
              jauh lebih susah.

              Iqbal bilang kebijakan pukul rata seperti ini tidak tepat karena di masa pandemi "ada perusahaan
              yang  untung,"  misalnya  farmasi.  "Jangan  dipukul  rata  semua  perusahaan  tidak  mampu,"
              tambahnya.

              Alih-alih pukul rata, Iqbal bilang sebaiknya perusahaan yang tidak mampu menaikkan upah dapat
              melakukan penangguhan setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan
              melaporkannya ke Kemnaker. Cara ini menurutnya lebih adil karena juga mempertimbangkan
              pendapat para pekerja.

              Iqbal lantas mengatakan karena banyak kebijakan yang merugikan, bukan tidak mungkin para
              buruh akan kembali turun ke jalan. Ia sendiri mengklaim KSPI bersama serikat buruh lain akan
              melakukan aksi nasional di 24 provinsi pada 2, 9 dan 10 November di kantor gubernur dan
              Mahkamah Konstitusi Jakarta. Tujuan aksi adalah mendesak pemerintah membatalkan UU Cipta
              Kerja dan menaikkan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat.




                                                           883
   879   880   881   882   883   884   885   886   887   888   889