Page 943 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 943
Judul Menaker menjelaskan alasan UMP tidak naik pada 2021
Nama Media jogja.antaranews.com
Newstrend Peraturan Upah Minimum
Halaman/URL https://jogja.antaranews.com/berita/459273/menaker-menjelaskan-
alasan-ump-tidak-naik-pada-2021
Jurnalis Muhammad Zulfikar
Tanggal 2020-10-29 01:12:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Penurunan perekonomian tersebut bisa
dilihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan kedua yang minus 5,32 persen
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Itu beberapa survei yang menjadi latar
belakang kenapa keluarnya surat edaran tersebut
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan alasan upah minimum provinsi
(UMP) tidak naik pada 2021 yaitu karena kondisi perekonomian nasional yang merosot sebagai
dampak dari pandemi COVID-19.
"Penurunan perekonomian tersebut bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan kedua yang
minus 5,32 persen," kata Ida di Jakarta, Rabu.
MENAKER MENJELASKAN ALASAN UMP TIDAK NAIK PADA 2021
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan alasan upah minimum provinsi
(UMP) tidak naik pada 2021 yaitu karena kondisi perekonomian nasional yang merosot sebagai
dampak dari pandemi COVID-19.
"Penurunan perekonomian tersebut bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan kedua yang
minus 5,32 persen," kata Ida di Jakarta, Rabu.
Selain itu, berdasarkan data analisis hasil survei dampak COVID-19 terhadap pelaku usaha yang
dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 82,85 persen perusahaan cenderung
mengalami penurunan pendapatan.
942

