Page 942 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 942

"Terkait dengan upah minimum provinsi sudah ada laporan 18 provinsi yang akan mengikuti
              Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan,"  ucap  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  dalam
              pernyataan resmi yang diterima. Rabu (28/10).

              Data  Kementerian  Ketenagakerjaan  menunjukkan  hingga  Selasa  (27/10)  pukul  16.35  WIB,
              beberapa  daerah  telah  melaksanakan  sidang  Dewan  Pengupahan  Provinsi  dalam  rangka
              persiapan penetapan upah minimun (UM) tahun 2021 yang telah menghasilkan kesepakatan
              akan melaksanakan SE Menteri Ketenagakerjaan Kedelapan belas provinsi yang dimaksud adalah
              Banten, Bali, Aceh, Lampung, Bengkulu, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat,
              Nusa  Tenggara  Timur,  Sulawesi  Tengah,  Sulawesi  Tenggara,  Sulawesi  Barat,  Maluku  Utara,
              Kalimantan Barat Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Papua.

              "Sebenarnya  posisinya  setelah  kita  mendiskusikan  secara  mendalam,  mempertimbangkan
              berbagai hal, jalan tengah yang bisa kita ambil adalah dengan tetap sebagaimana upah minimum
              2020. Ini adalah jalan tengah yang kita ambil hasil diskusi di Dewan Pengupahan Nasional. Kami
              harap para gubernur menjadikan ini sebagai referensi dalam menetapkan upah minimum," ucap
              Ida.
              Kementerian Ketenagakerjaan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/11/HK.04/2020
              yang  ditujukan  kepada  Gubernur  se-Indonesia.  SE  itu  mengatur  tentang  Penetapan  Upah
              Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

              Penerbitan  SE  ini  dilakukan  dalam  rangka  memberikan  perlindungan  dan  keberlangsungan
              bekerja bagi pekerja/buruh serta menjaga kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian
              terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              Penerbitan SE ini juga dilatarbelakangi keberadaan pandemi Covid-19 yang telah berdampak
              pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja/buruh
              termasuk dalam membayar upah.

              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan
              perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada Gubernur untuk melakukan penyesuaian
              penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai Upah Minimum Tahun 2020,"
              ucap Ida.

              Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id).





























                                                           941
   937   938   939   940   941   942   943   944   945   946   947