Page 950 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 950
Dalam surat edaran itu, disebutkan bahwa gubernur diminta menyesuaikan penetapan nilai upah
minimum 2021, sama dengan nilai upah minimum 2020. Artinya, pemerintah tidak menaikan
upah minimum.
Menanggap hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno mengaku bisa
menerima. Harus diakui, saat ini, pemerintah menempati posisi sulit akibat pandemi Covid-19 di
tanah air.
Sebab, menurut Hendrawan, di satu sisi perusahaan diimbau tidak melakukan pemutusan
hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. Namun, di sisi lain, ekonomi saat ini sedang
terdampak pandemi COVID-19 yang menyulitkan pengusaha bergerak leluasa. "Ya memang
sangat dilematis dalam kondisi kesulitan saat ini akibat resesi. Jadi dalam kondisi seperti ini
adalah prioritas utama bagaimana perusahaan-perusahaan diimbau tidak melakukan PHK," ujar
Hendrawan kepada wartawan, Rabu (28/10/2020).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, menjelaskan, apabila masyarakat
menuntut kenaikan upah, maka hal itu sangat tidak bijak. Pasalnya, ekonomi saat ini, sedang
terdampak begitupun para perusahaan. "Nah dalam kondisi begini kalau ada kenaikan upah
memang sangat memukul ya. Karena pertumbuhan ekonomi juga minus," kata Hendrawan.
Oleh sebab itu, jalan tengah yang diambil pemerintah adalah tidak menaikan upah minimum
2021 ini. Hal ini juga sekaligus menjaga kemampuan perusahaan di tengah pandemi virus Korona
ini. "Karenanya, ini kita anggap ini sebagai jalan tengah. Dari pihak pengusaha juga menahan
diri tidak melakukan PHK, dari pihak karyawan juga menahan diri untuk tidak menuntut
menaikan (gaji-Red) karena ini kan mengalami kesulitan," ungkapnya.
Sehingga, langkah yang dilakukan pemerintah ini adalah jalan tengah yang menguntungkan
antara perusahaan dan juga para pegawai. Karena saat ini banyak perusahaan yang terdampak
bahkan ada yang sampai merumahkan pegawainya. "Ya, artinya itu dianggap untuk saat ini
kondisi sulit seperti ini dianggap resep yang solitif, win win solution," pungkasnya. [ipe].
949

