Page 268 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 OKTOBER 2020
P. 268
KSP KLAIM RUU CIPTA KERJA YANG DISETUJUI DPR MANFAATKAN BONUS
DEMOGRAFI
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, RUU Cipta
Kerja yang disetujui DPR untuk disahkan beberapa waktu lalu memanfaatkan bonus demografi
yang akan dihadapi Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam wawancara khusus Liputan6 SCTV,
Minggu (11/10/2020).
Dia mengklaim dengan disahkannya RUU Cipta Kerja , bonus demografi yang akan dialami
Indonesia bisa digunakan untuk mengeluarkan negara ini dari kelompok negara berkembang.
"Undang-Undang Cipta Kerja ini salah satu yang terpenting adalah memanfaatkan bonus
demografi yang kita miliki, untuk apa? Untuk harus bisa keluar dari jebakan negara-negara yang
berpenghasilan menengah. Ini juga yang sering kali jadi pertanyaan banyak ke kita," ucap
Ngabalin.
Dia kembali mengklaim, RUU Cipta Kerja yang rencana pengesahannya mendapat banyak protes
keras, menjanjikan terbukanya lapangan pekerjaan bagi seluruh angkatan muda di Indonesia.
"Mereka yang tamat SMA, mereka yang tamat STM dan sebagainya, UU ini bisa menjadi suatu
instrumen seluas-luasnya. Apalagi para pekerja, para pencari kerja dengan gampang," klaim
Ngabalin.
Ngabalin menuturkan, lahirnya aturan tersebut dilatarbelakangi akan fakta bahwa pandemi
Covid-19 begitu berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Di mana angka pemutusan hubungan
kerja atau PHK juga pada masa ini meningkat.
"Tidak banyak orang tahu bahwa sekitar 6,88 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja terdampak
selama pandemi ini. Kemudian ada 2,1 juta yang PHK, kemudian 1,4 juta dirumahkan. Dari data-
data inilah sehingga memang mengacu pada pekerja yang mendaftar pada program Kartu
Prakerja, kemudian terdapat lebih dari 33 juta pekerja yang memerlukan bantuan karena
dampak pandemi Covid-19," jelas Ngabalin.
Dia menegaskan, aturan ini juga akan menjadi alat guna menyelesaikan beragam masalah imbas
pandemi tersebut.
"Undang-undang ini adalah instrumen di mana lapangan pekerjaan dibuka seluas-luasnya bagi
data-data yang saya kemukakan itu," tutup Ngabalin.
267