Page 5 - SKH Palangka Post Edisi 08 Agustus 2019
P. 5
HUKUM & FENOMENA
KAMIS, 8 AGUSTUS 2019 05
Cekcok Sebelum Si Jago Merah
Bantai Istri
di Depan Anak Ludeskan Dua Rumah
SAMPIT, PPOST
Mi (34) sebelum membunuh istrinya, Hn, keduanya sem-
pat cekcok. Bahkan korban sempat ingin pergi dari rumah. PURUK CAHU, PPOST sudah berupaya memadamkan ya ludes. Sisa puing arang. Ti- sekitar menuturkan bahwa
Merasa curiga dan menuduh istrinya selingkuh, tersangka api dengan peralatan seadanya. dak ada satu pun harga benda api terlihat oleh warga sekitar
nampaknya kalap dan menganiaya istrinya secara membabi Niat bekerja demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang Henda mengatakan, bahwa yang bisa diselamatkan. Hanya pukul 11.00 WIB dan sudah
buta dengan pisau hingga korban tewas. dilakukan Ediono dan Henda tanpa diduga justru berubah saat kejadian dirinya bersama tersisa pakaian di badan. terlanjur membesar. Sekitar 30
Perbuatan itu dilakukan tersangka di hadapan dua menjadi petaka. Ketika sedang pergi menyadap karet, anak dan suami sedang meny- Kondisi serupa juga dialami menit kemudian, dua rumah
anaknya yang masih di bawah umur. Melihat ibunya adap karet. Lokasi kebun karet- Ediono, yang rumahnya ber- tersebut ludes terbakar.
dihabisi, sang anak berteriak minta tolong dengan tetang- rumah berkonstruksi kayu yang ditempati keduanya justru nya cukup jauh dari rumah. dempetan dengan Henda. Dia “Kami terkejut, api sudah
ganya. Itu terungkap saat pelimpahan tahap II di Kejari ludes dilalap api pada Selasa (6/8) siang. Mereka baru mengetahui ketika mengaku terkejut ketika kem- membesar, dan kendala tidak
Kotim, Rabu, 7 Agustus 2019. datang warga lain dan meng- bali rumahnya yang sudah ada sumber air yang dekat.
“Setelah itu saya mau bunuh diri minum racun rumput, Insiden kebakaran yang ter- buat keduanya kehilangan tem- abarkan bahwa rumahnya saat ludes menjadi arang. Pasalnya, Beruntung kami bisa mengan-
namun gagal,” kata tersangka kepada jaksa Rahmi Amali, jadi di Desa Kerali Kecamatan pat tinggal. Tidak ada harta ini tengah terbakar. ketika ia juga sedang menyadap tisipasi agar api tidak menjalar
Korban dihabisi pada Jumat, 10 Mei 2019 sekitar pukul Tanah Siang Kabupaten Murung benda yang berhasil diselamat- Setibanya ke rumah, sudah ti- karet di kebun. ke rumah warga lainnya,” ucap
08.00 WIB di mess karyawan Blok G10 Estate Tahan Haluan Raya (Mura) itu spontan mem- kan. Meskipun warga sekitar dak ada yang tersisa. Rumahn- Sementara itu, Alan warga Alan. (trs/p6)
PT Agro Wana Lestari, Desa Tanah Haluan, Kecamatan
Bukit Santuai, Kabupaten Kotim.
Korban dianiaya dengan pisau sebanyak lima kali hingga
mengakibatkan luka di leher hingga bahu korban. Akibat
kejadian itu, korban meninggal di lokasi kejadian.
Oleh warga setempat, korban dimakamkan di Tumbang
Penyahoan, Kecamatan Bukit Santuai. Sementara itu, dua
anak tersangka kini kembali ke kampung halamannya ikut
bersama neneknya. (bn/p6)
Polisi Kembali Tangkap
Pelaku Karhutla
SAMPIT, PPOST
Aparat Polres Kotim belum lama ini mengamankan
seorang pria karena diduga kuat dengan sengaja mem-
bakar lahan. Pelaku bernama Nanang (47) itu berurusan
dengan polisi pasca terbakarnya lahan seluas 35x50 meter
di Jalan HM Hatta (lingkar selatan), Kecamatan Mentawa
Baru Ketapang.
Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui
Kasat Reskrim AKP Ahmad Budi Martono mengatakan,
pada Selasa (6/8) siang, jajaran Plsek Ketapang sedang
melakukan patroli.
“Saat sedang melakukan patroli petugas menemukan
ada lahan yang terbakar,” ucap Ahmad.
Di lokasi tersebut, petugas mendapati Nanang yang tidak
lain adalah pelaku pembakaran lahan. Karena terbukti
membakar lahan yang sudah jelas dilarang dan merupakan
perbuatan yang melanggar hukum pria tersebut langsung
diamankan petugas.
“Kami juga mengamankan barang bukti yang berupa satu
korek api dan kayu yang sudah hangus karena terbakar,”
ungkapnya.
Akibat perbuatannya, Nanang, disangkakan Pasal 187 ayat
(1) KUHP atau peraturan gubernur tahun 2003 tentang pen-
gendalian hutan dan lahan dengan ancaman 12 tahun penjara.
Meski demikian pelaku tidak dilakukan penahanan oleh
petugas kepolisian. “Pelaku tidak ditahan karena sudah tua
dan dia merupakan tulang punggung keluarga. Jadi hanya (foto: trisno/ppost)
wajib lapor saja,” pungkasnya. (mg7/p6) LUDES TAK TERSISA – Tampak dua bangunan rumah yang sudah dalam kondisi tak tersisa akibat dilalap api. Rumah dalam keadaan kosong lantaran penghuninya pergi ke kebun.
Dua Pemuda Dibui Warga
Ancam Sebarkan Video Mesum Desa Tewas
Kelelahan
PANGKALAN BUN, PPOST AW diputus tujuh bulan pen- Kedua terdakwa menyatakan pidana telah terpenuhi dan se- Kabupaten Kotawaringin Barat. miliki uang akhirnya terdakwa
Dua terdakwa AW dan Sah ha- jara dan Sah diputus enam bulan menerimannya. “Kami meneri- cara sah dan meyakinkan telah Dia mengancam sepasang menyita telepon korban dan Bersihkan
rus mendekam di penjara lantaran 15 hari penjara oleh majelis manya yang mulia,” ungkap- melakukan tindak pidana dalam kekasih dengan ancaman akan meminta uang Rp 400 ribu.
telah terbukti melakukan pem- hakim Pengadilan Negeri Pan- nya seraya mendunduk. dakwaan JPU. menyebar video ciuman mer- Karena merasa takut jika
erasan dengan cara mengancam gkalan Bun yang diketuai Iman Semua unsur dari Pasal 368 Diketahui, kejadian pem- eka ke publik jika tidak meny- sudah menyerahkan uang nanti Lahan
akan menyebarkan video ciuman Santoso, Rabu (6/8). ayat 1 junto Pasal 55 ayat 1 ke erasan ini terjadi Kamis, 18 April erahkan sejumlah uang. videonya tidak dihapus, maka
sepasang kekasih, jika tidak me- Bagaimana terdakwa mener- 1 KUHP dan UU Nomor 8 Ta- 2019 di Pantai Umbang Desa Sei Awalmya terdakwa meminta korban yang masih di bawah
nyerahkan sejumlah uang. ima, pikir-pikir atau banding. hun 1981 tentang hukum acara Bakau RT 10 Kecamatan Kumai, uang Rp 3 juta, karena tidak me- umur ini lapor polisi. (bn/p6) PANGKALAN BUN, PPOST
Suroto (45) warga Desa Sumber
Agung, Kecamatan Pangkalan
Lada ditemukan tewas, Selasa
Polda Kalteng Musnahkan Tiga Narkotika (5/8) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban tewas diduga akibat
kelelahan saat meracun rumput
di kebun miliknya di Desa Pur-
PALANGKA RAYA, PPOST basari.
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kapolres Kotawaringin Barat
Polda Kalteng melakukan pemusnahan barang AKBP Arie Zulkarnain melalui
bukti, Rabu (7/8). Barang bukti barkotika yang Kapolsek Pangkalan Lada Iptu
dimusnahkah berupa tiga jenis berbeda, yakni Nasir mengatakan korban tewas
ganja, sabu dan ekstasi. akibat kelelahan saat merondap
Untuk barang bukti sabu yang dimusnahkan rumput.
seberat 463,31 gram, ganja 958,32 gram dan 11 “Korban meninggal akibat
butir ekstasi. Narkoba ini dimusnahkan dengan kelelahan saat melakukan peny-
cara berbeda. Untuk sabu dicampur dengan emprotan di kebun miliknya,”
zat atau cairan pembersih. Sedangkan ganja ujar Nasir dalam rilisnya, ke-
dibakar. marin.
“Hari ini (kemarin) kita musnahkan barang Kronolginya, berdasarkan
bukti hasil pengungkapan. Ini salah satu amanat keterangan saksi di tempat ke-
dari undang-undang,” kata Direktur Ditresnar- jadian perkara, awalnya korban
koba Polda Kalteng Kombes pol Wijonarko, bersama 3 temannya janjian
melalui Wadir AKBP Tato P Suyono,. menyemprot ladang milik Andi.
Tato menjelaskan, narkoba yang dimusnah- Namun setelah ditunggu, ko-
kan pihaknya merupakan hasil pengungkapan rban tidak kunjung datang.
pada bulan Juli lalu. Barang bukti tersebut disita Kemudian temannnya mencari
dari 13 tersangka yang saat ini sudah dilakukan korban ke ladang miliknya yang
penahanan. tidak jauh dari ladang milik
“Sebelum dimusnahkan, sudah menyisih- Andi.
kan sedikit untuk kepentingan persidangan. Sesampainya di kebun, korban
Pemusnahan ini merupakan upaya kita untuk sekitar pukul 08.45 WIB, telah
memberantas narkoba agar tidak beredar kem- melihat korban tergeletak ter-
bali ke masyarakat,” terangnya. lentang dengan membawa kep
Tato mengungkapkan, bahwa pemusnahan ini (foto: bella/ppost) (alat semprot) kemudian saksi
juga menjadi simbol semangat pemberantasan BARANG HARAM - Jajaran Ditresnarkoba Polda Kalteng ketika musnahkan tiga jenis narkotika berbeda yang diamankan dari belasan tersangka, Rabu (7/8). berusaha memanggil korban
narkotika. Pasalnya, peredaran narkoba sudah namun tidak ada respon.
sangat memprihatinkan. Kemudian langsung men-
“Ini simbolis. Kita harus memerangi narkoba. Efek atau bahaya ganja: Efek sabu jangka panjang: datangi korban dan melihat
Narkoba sudah meracuni berbagai kalangan korban sudah dalam keadaan
masyarakat. Kita juga berterimakasih kepada 1. Halusinasi dan hilang kendali Kecanduan terlentang dalam keadaan su-
masyarakat, karena jika tidak ada masyarakat 2. Bisa kecanduan Efek psikologi seperti paranoia, halusinasi, dah tidak bergerak lagi dengan
pemberantasan narkoba tidak akan berjalan 3. Masalah paru-paru dan aktivitas motorik berulang membawa kep.
dengan lancar,” ucapnya. 4. Gangguan sistem produksi Perubahan struktur dan fungsi otak Kemudian korban dilarikan ke
Kepada para pelaku lain yang belum ter- 5. Sakit jiwa Menurunnya kemampuan berpikir pustu untuk dilakukan pemer-
tangkap, Tato meminta untuk sadar dan tobat. 6. Kriminalitas dan kemampuan motorik iksaan. Saat dilakukan pemer-
Karena tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, Melemahnya konsentrasi iksaan korban sudah dalam
peredaran narkoba juga merusak generasi muda Efek ekstasi jangka panjang: keadaan meninggal dan tidak
dan tata kehidupan. Meningkatkan kecanduan Hilang ingatan ada ditemukan tanda-tanda ke-
“Kita harapkan semoga semua pelaku ini Serangan panik Perilaku agresif atau kekerasan kerasan dibagian tubuhnya.
diberikan kesadaran, sehingga tidak mengu- Insomnia Gangguan suasana hati “Namun dari keluarga korban
langi perbuatannya. Semoga ini juga menjadi Linglung Masalah gigi yang parah tidak mau melakukan penun-
pelajaran bahwa yang dilakukan merupakan Tidak mampu membedakan realita dan fantasi Menurunnya berat badan tutan dan menolak dilakukan
perbuatan salah dan harus diperbaiki,” pung- Delusi paranoid visum menganggap kematian ko-
kasnya. (bel/p6) Depresi rban wajar,» tandasnya. (bn/p6)

