Page 36 - KELAS VIII AGAMA HINDU
P. 36
lebih, maka timbul kesombongan lalu mengekspresikan diri secara berlebihan. Sikap
menerima diri apa adanya akan menghindarkan diri dari akibat Sapta Timira
· Ikhlas Belajar dan Bekerja Lebih Banyak
Banyak orang yang menggerutu dan marah apabila diberi kesempatan belajar dan bekerja lebih
banyak. Untuk menghindari akibat Sapta Timira, sebaiknya senang dan bersyukur apabila
mendapatkan kesempatan untuk belajar dan bekerja lebih banyak. Belajar dan bekerja adalah
salah satu cara untuk memuja Sang Hyang Widhi. Mereka yang belajar dan bekerja lebih, pasti
akan semakin pandai, cerdas, dan bijaksana. Bukan itu saja, juga akan mendapat panjang umur,
kebahagiaan dalam keluarga akan dinikmati secara ajaib dan rahasia.
· Selalu Bersyukur dan Tidak Pernah Mengeluh
Orang yang suka mengeluh dan merasa diri paling baik dan berguna adalah awal dari
kesombongan dan kemabukan. Melihat teman lebih cantik, lebih mendapatkan perhatian dan
lebih kaya, maka timbul rasa kesombongan berupa mencela orang lain. Mencela orang lain
bukan untuk mengoreksi kesalahan orang lain, tetapi lebih banyak untuk menutupi dan
menyembunyikan keburukan yang ada pada diri sendiri. Perbuatan ini sama sekali tidak baik.
Veda mengajarkan agar tidak mengeluh, untuk apa mengeluh hanya akan merugikan diri sendiri.
Selalulah bersyukur agar tidak menjadi sombong. Dengan bersyukur, maka akan terhindar dari
akibat buruk Sapta Timira
· Hidup Sederhana
Ajaran suci Veda selalu menganjurkan agar umat Hindu selalu hidup sederhana tidak
bermewah-mewahan. Sederhana dalam makan dan minum, sederhana dalam berbusana dan
sederhana juga dalam memakai fasilitas. Perhatikan akibat buruk dari kejahatan korupsi mencuri
uang rakyat. Akibat dari seseorang yang ingin selalu dipuji dan dikagumi, lalu tega mencuri uang
rakyat dan berakhir mendekam di penjara yang penuh sesak, pengap, dan tidak nyaman. Semua
itu merupakan contoh akibat perbuatan Sapta Timira yang harus dihindari dengan cara selalu
hidup sederhana.
36