Page 32 - KELAS VIII AGAMA HINDU
P. 32
dipandang salah. Keberanian adalah untuk membela yang benar sesuai dengan ucapan
“Satyam Ewam Jayate Nartam’ artinya, kebenaran adalah selalu menang dan bukan kejahatan.
Janganlah keberanian ini di salah gunakan untuk berbuat diluar kewajaran sehingga
menimbulkan orang lupa diri. Keberanian tanpa disertai dengan pikiran yang sehat dan baik
dapat mengakibatkan kerugian atau kesulitan bagi orang lain maupun sendiri sendiri. Keberanian
hendaknya selalu dilandasi oleh kebenaran dan dharma, oleh perbuatan yang luhur sesuai dengan
ajaran agama
4. Konsekuensi Pelaksanaan Sapta Timira
a. Surupa
Bila seseorang memiliki wajah yang rampan atau cantik itu disertai dengan perilaku dan budi
pekerti yang baik maka berakibat kebaikan, ketenangan dan bahagia. Bila ketampanan atau
kecantikan itu disertai dengan tingkah laku yang ridak benar dan juga sombong serta angkuh
maka akan mengakibatkan penderitaan, Contoh mabuk Surupa : tersebutlah dua orang
bersaudara laki-laki dan perempuan yang laki-laki bemama Si Durjana sedangkan yang
perempuan bernama Si Durjani Kedua anak tersebut sombong karena merasa diri cakap pada
akhirnya dijauhi oleh teman-temannya.
b. Dhana
Dalam ajaran agama kita diajarkan untuk beramal atau berdana punia Menolong orang yang
tidak mampu dan membantu pembangunan tempat suci (pura) adalah perbuatan yang mulia.
orang selaluberamal dan berdana punia hidupnya akan bahagia dan amalnya itu bekal untuk
mencapai sorga atau Moksa
Kekayaan kadangkala membuat orang menjadi gelap pikiran atau mabuk kekayaan. Bila orang
mabuk kekayaan sudah tentu hidupnya menderita, Sebab dengan memiliki kekayaan hidup
seseorang akan menjadi resah, gelisah dan takut kalau harta dicuri orang. Bila resah dan gelisah
setiap hari dia rasakan maka kesehatan tubuhnya akan terganggu. Bila tubuhnva terganggu maka
32