Page 57 - SMTR 2 SKI_ MI_ KELAS_V
P. 57

Ayo Membaca!

                        Ketika khalifah Usman wafat, sebagian elit atau golongan atas pemerintahan Islam

               tidak  menginginkan  Ali  menggantikan  Usman  menjadi  khalifah.  Mereka  takut  sahabat  Ali

               akan memerintah layaknya sahabat Abu Bakar, yakni dengan penuh kedisiplinan dan sangat
               ketat. Mereka takut kehilangan jabatan. Namun  mereka juga tidak berani mencalonkan diri

               menjadi  khalifah,  karena  mereka  tahu  siapapun  tidak  ada  yang  pantas  menjadi  khalifah
               apabila sahabat Ali masa ada. Hanya sahabat Ali lah yang layak menjadi khalifah. Sementara

               mayoritas  kaum  muslimin  kalangan  bawah  sangat  menginginkan  pemimpin  yang  tegas,

               disiplin dan berani seperti sahabat Umar sehingga bisa mengatur kembali pemerintahan Islam
               yang  dirusak  para  pemberontak  dan  para  pejabat  yang  tidak  bertanggung  jawab  di  masa

               khalifah Usman.
                        Rakyat  banyak  yang  berkumpul  untuk  membaiah  sahabat  Ali.  Namun  beliau

               mengatakan: ”Ini bukan urusan kamu sekalian! Ini adalah urusan orang-orang yang mengikuti
               perang Badar.  Mana Thalhah,  Zubair dan Sa’ad?. Para sahabat terkemuka, termasuk yang

               disebut sahabat Ali tadi tidak ada yang menolak untuk membaiat sahabat Ali. Mereka tidak

               sanggup  menghadapi  maa-masa  kritis  dan  perpecahan  yang  sudah  mulai  timbul.  Akhirnya
               sahabat Ali dibai'at oleh rakyat terbanyak menjadi khalifah keempat menggantikan khalifah

               Usman bin Affan.
                        Dari  jawaban  sahabat  Ali  ini  menunjukkan,  bahwa  pada  dasarnya  sahabat  Ali

               bukanlah  orang  ambisi  jabatan. Ali  sangat  butuh  pertimbangan  dari  tiga  orang  tersebut,
               karena  mereka  orang-orang  berjasa  dalam  perang  Badar  di  samping  orang-orang  yang

               dibentuk oleh Umar dalam memilih Usman sebagai khalifah.

                        Kepemimpinan  umat  Islam  selanjutnya  digantikan  oleh  sahabat  Ali  Karramallu
               Wajhah. Sahabat Ali menjadi khalifah pada usia 58 tahun dan menjabat selama empat tahun.

               Beliau dikenal sebagai sahabat yang sangat sederhana karena meniru kehidupan Rasulullah,

               sangat  cerdas  dan  berilmu  sangat  dalam,  tegas  dan  gagah  berani,  serta  kuat  dalam
               mempertahankan ajaran dan tradisi Rasulullah Saw.

                       Namun   karena   kondisi   umat   Islam   yang   sangat   luas   dan   terpecah,   masa
               kepemimpinan  sahabat  Ali  banyak  dipenuhi  gejolak.  Kota  Madinah  menjadi  kurang

               mendukung  menjadi  pusat  pemerintahan.  Akhirnya  sahabat  Ali  memindahkan  pusat
               pemerintahan di kota Kufah. Dari Kufah ini khalifah Ali memimpin umat Islam yang sedang

               bergejolak.









                                                             SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM -  KELAS V     156
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62