Page 23 - E MODUL PERPAJAKAN
P. 23
C.Pemungutan Pajak
Diusahakan agar tidak memberatkan, terutama bagi orang yang berpendapatan
rendah.Orang yang berpenghasilan tinggi juga harus rela membayar pajak yang lebih
besar.
1.Syarat Pemungutan Pajak
Agar pemungutan pajak tidak menimbulkan hambatan atau perlawanan, maka
pemungutan harus memenuhi beberapa syarat berikut.
• Pemungutan Pajak Harus Adil ( Syarat Keadilan )sesuai dengan
tujuan hukum, yaitu mencapai keadilan.Adil dalam perundang
undangan pengenaan pajak secara umum dan merata,disesuaikan
dengan undangan pengenaan pajak secara umum dan merata,
disesuaikan dengan kemampuan masing masing. Adil memberikan hak
bagi wajib pajak untuk mengajukan keberatan
• Pemungutan Pajak Harus Berdasarkan Undang-undang (Syarat
Yuridis) .Hal ini memberikan jaminan hukum untuk menyatakan
keadilan, baik bagi negara maupun warganya.Undang-undang
perpajakan juga harus dibuat dengan memperhatikan kepastian
perhitungan, cara dan waktu pembayaran serta mampu mengatasi
keragu-raguan dan ketidakpastian dalam pembayaran pajak
• Pemungutan Pajak Harus Tidak Mengganggu Perekonomian
(Syarat Ekonomis). Pemungutan pajak tidak boleh mengganggu
kelancaran kegiatan produksi dan perdagangan, sehingga tidak
menimbulkan kelesuan perekonomian masyarakat.Tetapi perlu
diperhatikan pula bahwa pajak yang dipungut harus bisa mencukupi
kebutuhan negara.
• Pemungutan Pajak Harus Efisien ( Syarat Finansial)
Agar pajak menjadi efisien, maka biaya pemungutan pajak harus dapat
ditekan sehingga lebih rendah dari hasil pemungutannya. Karena
itu,system pembayaran pajak harus dilakukan dengan cara yang praktis
dan mudah.Sistem pemungutan yang sederhana akan memudahkan dan
mendorong masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

