Page 24 - E MODUL PERPAJAKAN
P. 24
• Pemungutan Pajak Harus Sederhana (Syarat Perhitungan)
Bagaimana pajak dipungut akan sangat menentukan keberhasilan
dalam pungutan pajak.Sistem pemungutan yang sederhana akan
memudahkan wajib pajak dalam menghitung beban pajak yang harus
dibayar sehingga akan memberikan dampak positif bagi para wajib
pajak untuk meningkatkan kesadaran dalam pembayaran pajak.Jika
system pemungutan pajak rumit, orang menjadi enggan membayar
pajak.
D. Asas Sumber
Pada asas ini negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber
di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal wajib pajak
• Asas Kebangsaan
Pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara.Misalnya pajak
bangsa asing di Indonesia dikenakan kepada setiap orang yang bukan
berkebangsaan Indonesia tinggal di Indonesia
• Asas Kepastian (Certainty)
Pemungutan pajak yang harus dibayar harus terang (certain) dan tidak mengenal
kompromis (not arbitrary), harus mencerminkan kepastian hukum seperti
subyek,obyek,besarnya pajak terutang, dan waktu pembayarannya.
• Asas Ketepatan Waktu ( Convenience of Payment)
Pemungutan pajak dilakukan pada saat yang paling tepat dan baik bagi wajib Pajak,
yaitu sesaat setelah diterimannya penghasilan.
• Asas Ekonomis ( Economis of Collection )
Pemungutan pajak hendaknya dilakukan sehemat mungkin, dengan
memperhitungkan biaya pemungutan pajak yang dikeluarkan tidal lebih besar dari
penerimaan pajak itu sendiri.

