Page 165 - Microsoft Word - INDONESIA IS WE_56 GURU MOTIVATOR NASIONAL_ANTOLOGI
P. 165
saja, tapi yang lebih penting adalah buku‐buku pengayaan
yang bergenre fiksi atau nonfiksi.
Meningkatkan minat baca peserta didik juga dilakukan
dengan pemanfaatan teknologi informasi. Automasi
perpustakaan merupakan salah satu unsur yang memberikan
kemudahan dan ketertarikan tersendiri bagi peserta didik. Hal
ini juga memudahkan para pengelola perpustakaan dalam
mengolah bahan pustaka, menyajikan bahan pustaka, dan
menemukan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan oleh
peserta didik.
Perpustakaan sekolah idealnya menjadi pelopor dan
perencana aksi dalam program Gerakan Literasi Sekolah
(GLS). GLS ini adalah program partisipatif yang melibatkan
semua pihak. Tidak hanya pihak sekolah, tapi juga dari pihak
keluarga dan masyarakat. Untuk itu, tentunya harus dibentuk
tim yang bertugas menyukseskan terlaksananya program
GLS. Tim tersebut memiliki peran di bidangnya masing‐masing
dan pihak perpustakaan harus menjadi pelopor dalam tim
tersebut.
GLS memerlukan dukungan dari keluarga dan
masyarakat. Untuk memastikan keterlaksanaannya, pihak
sekolah yang digawangi oleh perpustakaan sekolah menjalin
kerja sama dengan orang tua dan masyarakat. Dengan
memanfaatkan komite sekolah, kegiatan ini akan lebih mudah
untuk dilaksanakan. Orang tua dan masyarakat harus diberi
sosialisasi tentang pentingnya membaca bagi peserta didik.
Mereka juga diberi peran dan dimasukkan ke dalam susunan
tim GLS di sekolah. Dengan demikian, tanggung jawab
Indonesia is We (56 Kisah Terbaik Guru Motivator Literasi di Indonesia) | 149

