Page 313 - Microsoft Word - INDONESIA IS WE_56 GURU MOTIVATOR NASIONAL_ANTOLOGI
P. 313
Saat menuliskan ini, saya mengingat Mardiana, siswa
penuh bakat di SMAN 1 Cerme Gresik. Ia cerdas dan
bersemangat, tetapi bukan kelebihan itu yang membuat saya
terkesan. Satu waktu, saya minta ia membentuk kelompok
baru. Ia dipaksa meninggalkan kelompok sebelumnya, di
mana ia telah menyelesaikan dua proyek. Keusilan siswa ini
muncul. Ngguapleki!
Mardiana mendapat kelompok baru. Dua siswa adik
kelasnya. Ketika ia tahu anggota kelompok barunya memiliki
kemampuan menulis yang baik, sementara ia punya
kesibukan lain, dengan santai ia bilang pada dua siswa di
depannya, “Saya ingin masuk ke kelompok ini. Tapi saya
pendukung IT dan pendanaan saja.” Saya tidak bisa menahan
tawa.
Saat menjadi guru pembimbing, saya menerapkan aturan
tak tertulis yang menjadi petunjuk teknis (juknis) bagaimana
menentukan komposisi kelompok karya ilmiah. Tidak bijak
memasukkan tiga gajah dalam satu kandang. Berbahaya!
Kelompok karya ilmiah, seharusnya terdiri dari tiga siswa
dengan kemampuan berbeda. Jika hanya ada satu jenis bunga
dengan satu warna, taman kurang menarik dan tidak indah.
Tetapi saat taman memiliki tiga jenis bunga, dengan warna
yang berbeda tentu taman terlihat indah dan semarak.
Jika memungkinkan, satu kelompok minimal terdiri dari
(1) siswa yang kuat di teori, kuat dalam penulisan, (2) siswa
yang punya keahlian sebagai support IT dan kemampuan
presentasi, yang memiliki kemampuan public speaking,
beradu argumentasi, dan (3) siswa yang memiliki sumber
daya finansial yang kuat. Eaaa!
Indonesia is We (56 Kisah Terbaik Guru Motivator Literasi di Indonesia) | 297

