Page 148 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 148
Salah satu upaya menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap
masyarakat yakni melalui penanaman nilai-nilai sejarah maritim dan budayanya.
Melalui refleksi mengarahkan peserta didik untuk menemukan nilai-nilai
kehidupan sehingga bisa merencanakan tindakan yang berguna bagi orang lain,
bukan karena kepatuhan dan tradisi, namun pada kesadaran akan nilai
kemanusiaan tanpa meninggalkan aspek kognitif. Dengan upaya itu peserta didik
akan mampu membangun diri sendiri dan bertanggung jawab terhadap
masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Adrian B. Lapian. 2011. Orang Laut Bajak Laut Raja Laut. Jakarta: Komunitas
Bambu.
Ciri-ciri Khas Pendidikan pada Lembaga Pendidikan Jesuit. 1987. Semarang:
Provinsi Indonesia Sarikat Jesus.
Darmiyati Zuchdi, dkk. 2012. Pendidikan Karakter.Yogyakarta: UNY Press.
Hamid, H, dkk. 2010. “Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa”,
Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan
Nilai-nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter
Bangsa.Jakarta: Puskur Balitbang Kemendiknas.
P3MP-LPM.2012. Pedoman Model Pembelajaran Berbasis Pedagogi Ignatian.
Yogyakarta: USD.
Subagya, S.J. dkk. 2012. Paradigma Pedagogi Reflektif. Edisi Revisi.
Yogyakarta: Kanisius.
Suparno, Paul. 2015. Pembelajaran di Perguruan Tinggi Bergaya Paradigma
Pedagogi Reflektif. Yogyakarta: USD.
UU RI no. 20. Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Wiryono Priyotamtama. 2008. Model Pedagogi Ignatian Ditinjau dari Komponen
”Pengalaman” dan Pengaruh-pengaruh yang bisa Diharapkan dalam
Widya Dharma, Majalah Ilmiah Kependidikan. Vol 19, No.1, Oktober
2008.

