Page 151 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 151
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara kepulauan terluas di dunia. Berdasarkan data Badan Pusat
Statistik, Indonesia memiliki 17.504 pulau dan 12.827 desa tepi laut atau sekitar 15,6%
1
dari seluruh desa/kelurahan yang ada. Indonesia bahkan memiliki total garis pantai
2
sepanjang 99.093 kilometer. Kondisi geografis ini menjadi tatangan bagi
kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros
maritim dunia. Beberapa program telah dirancang, seperti penegakkan kedaulatan
wilayah laut NKRI, revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan, penguatan dan
pengembangan konektivitas maritim, rehabilitasi kerusakan lingkungan dan konservasi
3
biodiversity, serta peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kelautan.
Penguatan Indonesia sebagai poros maritim dunia memerlukan dukungan dan
penopang yang kuat. Untuk itu, ketika diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi
(KTT) ke-9 East Asia Summit pada 13 November 2014, Presiden Joko Widodo
menegaskan dalam pidatonya bahwa pembangunan akan difokuskan pada lima pilar
utama, sebagai berikut.
(1) Membangun kembali budaya maritim Indonesia; (2) Menjaga sumber daya laut dan
menciptakan kedaulatan pangan laut dengan menempatkan nelayan pada pilar utama; (3)
Memberi prioritas pada pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan
membangun tol laut, deep seaport, logistik, industri perkapalan, dan pariwisata maritim;
(4) Menerapkan diplomasi maritim, melalui usulan peningkatan kerja sama di bidang
maritim dan upaya menangani sumber konflik, seperti pencurian ikan, pelanggaran
kedaulatan, sengketa wilayah, perompakan, dan pencemaran laut dengan penekanan
bahwa laut harus menyatukan berbagai bangsa dan negara dan bukan memisahkan; (5)
Membangun kekuatan maritim sebagai bentuk tanggung jawab menjaga keselamatan
4
pelayaran dan keamanan maritim.
Upaya membangun kembali budaya maritim bertujuan agar masyarakat Indonesia
memiliki landasan budaya dan nilai bahari yang kuat sebagai dasar pembangunan
5
negara maritim. Salah satu bentuk penguatan budaya maritim adalah dengan
menghadirkan perspektif historis tentang berbagai kehidupan maritim masyarakat.
Aspek maritim dalam masyarakat berhubungan dengan interaksi manusia dan laut.
1
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki 17.504 pulau walaupun menurut Badan
Informasi Geospasial (2014), saat ini pulau yang terdaftar dan berkoordinat berjumlah 13.466 pulau.
Lihat Statistik Indonesia 2016 hlm. 3-4.
2
National Geographic Indonesia. 2013. “Terbaru: Panjang Garis Pantai Indonesia Capai 99.000
Kilometer”. Dalam http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/10/terbaru-panjang-garis-pantai-
indonesia-capai-99000-kilometer. Diakses 1 Oktober 2016.
3 presidenRI.go.id. 2015. Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Dalam
http://presidenri.go.id/maritim/indonesia-sebagai-poros-maritim-dunia.html. Diakses 1 Oktober 2016.
4
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. 2014. “Presiden Jokowi Deklarasikan Indonesia
Sebagai Poros Maritim Dunia.” Dalam http://www.kemlu.go.id/id/berita/siaran-pers/Pages/Presiden-
Jokowi-Deklarasikan-Indonesia-Sebagai-Poros-Maritim-Dunia.aspx. Diakses 1 Oktober 2016.
5 Singgih Tri Sulistiyono. 2009. “Historiografi Maritim Indonesia: Prospek dan Tantangan.” Makalah
dipresentasikan pada Seminar Nasional Musyawarah Wilayah II DIY – Jateng yang diselenggarakan
oleh Keluarga Mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta, 8 Mei 2009.
2

