Page 165 - PROSIDING KONFERENSI NASIONAL SEJARAH X Budaya Bahari Dan Dinamika Kehidupan Bangsa Dalam Persepektif Sejarah Jakarta, 7 – 10 November 2016 Jilid VII
P. 165
Secara keseluruhan, pengembangan pembelajaran sejarah maritim dapat
dirangkum pada gambar 2. Pada gambar tersebut tampak bahwa keseluruhan komponen
memiliki keterkaitan.
Gambar 2. Pengembangan Pembelajaran Sejarah Maritim di Daerah Pedalaman
SIMPULAN
Pembelajaran sejarah maritim memiliki arti strategis dalam menopang visi Indonesia
sebagai poros maritim dunia. Melalui pembelajaran sejarah maritim, penguatan aspek
budaya maritim menjadi dimungkinkan. Hal ini dilakukan dengan menganalisis
berbagai praktik yang dilakukan oleh masyarakat di masa lalu berhubungan dengan
kemaritiman. Namun demikian, pelaksanaan pembelajaran sejarah maritim terkendala
ketika disampaikan pada daerah yang tidak berbasis maritim. Untuk itu, perlu ada
pendekatan khusus yang dilakukan dalam pembelajaran sejarah maritim. Pendekatan ini
difokuskan untuk membangun pemahaman tentang arti penting laut dan perairan dalam
sejarah umat manusia. Upaya untuk mewujudkan keterkaitan antara daerah pesisir dan
pedalaman dilakukan dengan berdasarkan pada peremis utama bahwa “laut merupakan
pintu gerbang perubahan” dan “selalu terdapat keterkaitan antara laut, daerah pesisir,
dan daerah pedalaman”. Dengan pengembangan fokus tersebut diharapkan tidak ada
lagi kesenjangan antara kawasan pedalaman dan pesisir dalam melihat potensi laut
sebagai pemersatu bangsa.
16

