Page 156 - Protokol Penyiapan Plasma Konvalesen
P. 156

yang lain akan membuat surat teguran sebanyak 3 (tiga) kali dengan jarak 7 (tujuh) hari antara
                   teguran yang satu dengan lainnya;


               (3) Apabila setelah 3 (tiga) kali dibuat surat teguran tidak diindahkan oleh pihak yang melakukan

                   wanprestasi, maka pihak yang lain berhak untuk memutuskan Perjanjian Kerjasama ini secara
                   sepihak  dengan  pemberitahuan  1  (satu)  minggu  sebelumnya  kepada  pihak  yang  melakukan

                   wanprestasi;

               (4) Apabila  terjadi  pemutusan  Perjanjian  Kerjasama,  maka  PARA  PIHAK  saling  mengesampingkan
                   ketentuan-ketentuan  dalam  Pasal  1266  dan  Pasal  1267 Kitab  Undang-undang  Hukum Perdata,
                   dengan terlebih dahulu PARA PIHAK menyelesaikan kewajibannya;



                                                             PASAL 9
                                                          KERAHASIAAN

               (3) PARA PIHAK sepakat untuk saling bertukar informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan
                   pelaksanaan Perjanjian Kerjasama ini dan yang semata-mata hanya digunakan untuk kepentingan
                   yang berhubungan dengan tujuan Perjanjian Kerjasama ini;

               (4) Kecuali dalam rangka pelaksanaan suatu ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
                   PARA  PIHAK  sepakat  untuk  menjaga  kerahasiaan  seluruh  data  dan  informasi  sebagaimana
                   dimaksud ayat (1) dan tidak akan memberikannya kepada pihak lainnya tanpa persetujuan tertulis
                   dari pihak lainnya.

                                                             Pasal 10

                                                        FORCE MAJEURE


               (3)  Dalam hal tidak terpenuhinya ketentuan dan syarat-syarat dari Perjanjian Kerjasama ini oleh
                   PARA PIHAK sebagai akibat dari hal-hal di luar kemampuan PARA PIHAK untuk mengatasinya, yang

                   termasuk tetapi tidak terbatas pada perubahan peraturan pemerintah, wabah penyakit epidemik,
                   blokade,  revolusi,  pemberontakan,  penjarahan,  perubahan  yang  sangat  tajam  dalam  bidang

                   perekonomian,  kebakaran,  banjir,  gempa  bumi,  dan  bencana  alam  lainnya  maka  tidak  ada
                   kewajiban dari PIHAK yang satu kepada PIHAK yang lainnya dalam bentuk apapun juga;


               (4)  Dalam hal ini terjadi sebagaimana disebutkan pada ayat (1), maka PIHAK yang terkena akibat dari
                   Force Majeure wajib memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK lainnya dengan disertai bukti-
                   bukti paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah terjadinya Force Majeure tersebut.







                                                               149
                                                                                       PIHAK I   PIHAK II
   151   152   153   154   155   156   157   158   159