Page 41 - E-BOOK INTERAKTIF KEANEKARAGAMAN HAYATI BERPIKIR KREATIF KELAS X
P. 41
Upaya Pelestarian
Keanekaragaman Hayati Indonesia
Keanekaragaman hayati dapat mengalami penurunan
baik karena faktor alam maupun akibat aktivitas manusia. BIO INFO
Bencana alam, misalnya kebakaran hutan merupakan salah
satu faktor alam yang mengakibatkan kerusakan ekosistem
yang dapat mengancam berkurangnya keanekaragaman
hayati. Secara umum, aktivitas manusia memiliki andil besar Tahukah Kamu ?
terhadap berkurangnya keanekaragaman hayati Indonesia.
Seringkali aktivitas manusia yang bertujuan untuk Saat ini kawasan konservasi
meningkatkan perekonomian malah mengancam yang ada di Indonesia
keanekaragaman hayati, misalnya alih fungsi lahan hutan terkelompok menjadi 180 cagar
hujan tropis menjadi perkebunan, pertanian, dan keperluan alam, 72 suaka margasatwa, 70
lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut mengakibatkan taman wisata, 13 taman buru, 17
berkurangnya habitat beberapa makhluk yang hidup di taman nasional, 3 taman hutan
hutan hujan tropis dan juga berakbiat pada musnahnya raya, serta 13 taman laut.
spesies tertentu.
Konflik antara Manusia dan Orang Utan di Perkebunan Kelapa Sawit
Permintaan global untuk minyak kelapa sawit melonjak dari tahun ke tahun. UNEP
(United Nations Environment Programme) melaporkan bahwa perkebunan kelapa sawit
merupakan faktor utama perusakan hutan tropis di Malaysia dan Indonesia.
Pengalihan fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit berdampak pada penurunan
drastis jumlah satwa penghuni hutan termasuk orang utan dalam beberapa tahun terakhir.
UNEP mengategorikan orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) berada dalam status bahaya
(jumlahnya saat ini sekitar 57.000 ekor), artinya risiko kepunahan dapat terjadi dalam waktu
dekat. Sementara orang utan Sumatra (Pongo abelii) dikategorikan kritis (jumlahnya saat ini
sekitar 6.600 ekor), artinya risiko kepunahannya sangat tinggi.
Orang utan yang kehilangan habitat dan sumber makanan akibat konversi hutan menjadi
perkebunan kelapa sawit. Kehadirannya sering dianggap hama karena orang utan memakan
buah sawit muda. Menurut pusat perlindungan orang utan, setidaknya 1.500 orang utan mati
di tahun 2006 akibat serangan yang disengaja oleh pekerja perkebunan dan kehilangan habitat
akibat perluasan perkebunan kelapa sawit.
WWF (World Wildlife Fund) Indonesia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam
upaya konservasi orang utan. Sebagai salah satu upayanya, WWF Indonesia meluncurkan
program “Sahabat Orang Utan” sebagai wadah bagi masyarakat luas yang memiliki kepedulian
terhadap kelestarian orang utan dan ingin berkontribusi secara langsung dalam upaya
penyelamatan satwa tersebut.
E-book Interaktif Materi Keanekaragaman Hayati │ Biologi Kelas X SMA/MA 30