Page 42 - E-BOOK INTERAKTIF KEANEKARAGAMAN HAYATI BERPIKIR KREATIF KELAS X
P. 42
Setelah membaca wacana tersebut, bagaimanakah perasaanmu? Sedih bukan? Selain orang
utan, ada beberapa jenis fauna lainnya yang terancam punah akibat diburu atau dibunuh,
misalnya macan tutul, gajah, cenderawasih, walabi, dan lain-lainnya. Bagaimana cara
melestarikan hewan tersebut agar tidak punah? Menurunnya keanekaragaman hayati
menyebabkan semakin sedikit pula manfaat yang dapat diperoleh manusia. Penurunan
keanekaragaman hayati dapat dicegah dengan cara melakukan pelestarian (konservasi)
keanekaragaman hayati. Konservasi keanekaragaman hayati memiliki beberapa tujuan, antara
lain sebagai berikut.
a. Menjamin kelestarian fungsi ekosistem sebagai penyangga kehidupan.
b. Mencegah kepunahan spesies yang disebabkan oleh kerusakan habitat dan pemanfaatan
yang tidak terkendali
c. Menyediakan sumber plasma nutfah untuk mendukung pengembangan dan budidaya
kultivar-kultivar tanaman pangan, obat-obatan, maupun hewan ternak.
BIO WATCH
Konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia diatur oleh UU No. 5 Tahun 1990
tentang Konservasi Sumber Daya dan UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup, dengan tiga asas, yaitu tanggung jawab, berkelanjutan, dan bermanfaat. Konservasi
keanekaragaman hayati dapat dilakukan secara in situ maupun ex situ.
A. Pelestarian In Situ
Pelestarian in situ: upaya pelestarian langsung di alam. Metode in situ adalah bentuk
konservasi cagar alam, yang langsung dilakukan di daerah tersebut. Ada beberapa bentuk
pelestarian hayati memakai metode in situ, yaitu suaka marga satwa, taman nasional, cagar
alam dan hutan suaka alam.
E-book Interaktif Materi Keanekaragaman Hayati │ Biologi Kelas X SMA/MA 31