Page 62 - Konpers Penindakan Obat Tradisional dan Pangan Olahan
P. 62
Ketua Umum PP Fatayat NU itu mencontohkan maraknya iklan-iklan kecantikan
atau pelangsing tubuh yang kerap kali karena masyarakat ingin tampil cantik dan
langsing maka dengan mudah membeli produk-produk kecantikan dari iklan yang
diterima. "Masyarakat mudah banget percaya. Kondisi warga kita begitu memang
makanya negara harus punya strategi untuk membentengi itu," tuturnya.
Di sisi lain, kata Anggia, masyarakat juga harus cerdas dan berhati-hati ketika
mendapatkan iklan produk-produk kesehatan atau kecantikan harus dipelajari
dengan baik sehingga produk yang dibeli dipastikan bukan produk yang
membahayakan. "Harus ada feeding dari negara keterampilan apa yang harus
dipunyai oleh warga ketika mendapatkan iklan atau produk-produk yang kita tidak
familiar," tuturnya.
Menurutnya, di BPOM sudah ada informasi bagaimana mengenali produk yang
sehat dan tidak membahayakan kesehatan. "Contoh sederhana kalau tulisannya
saja kita nggak bisa baca masa iya kita beli. Nah masyarakat harus cerdas. Kalau
ragu-ragu ya kita tanya pada orang yang berkemampuan. Misalnya di desa mungkin
ada Puskesmas, jadi negara, BPOM harus memberikan edukasi ke masyarakat,"
pungkas Anggia.

